Aku Bangga Menjadi Alumni MAM Watulimo
Aku Bangga Menjadi Alumni MAM Watulimo

Aku Bangga Menjadi Alumni MAM Watulimo

Aku Bangga Menjadi Alumni MAM Watulimo

MA Muhammadiyah Watulimo, adalah madrasah satu-satunya yang berdiri di Kecamatan Watulimo. Madrasah yang berdiri sejak 22 tahun lalu ini telah menjadi wadah penggembangan bagi lulusan SMP/MTs. Para Alumni MAM Watulimo telah membaur dalam masyarakat dan berkiprah didalamnya, baik yang berada di Kecamatan Watulimo ataupun luar wilayah. Sebagian besar alumni ini mengabdi di beragam bidang pengabdian  ditengah- tengah kita. Meskipun jumlah setiap angkatan  dari tahun- ketahun masih sekitar 40 siswa, namun alumni MAM Watulimo selalu membuat corak yang khas ketika sudah berbaur menjadi masyarakat. Keberhasilan dalam proses mencetak lulusan di MAM Watulimo tidak begitu saja terjadi, ada beragam kegiatan yang menjadikan alumni Aliyah survive ketika ia lulus. Berikut beberapa hasil pengalaman dan analisa penulis mengapa setiap alumni Aliyah harus bangga terhadap almamaternya.

Pertama, cara pengajaran Aliyah selalu mengedepankan emosional dan keakraban.
Hal tersebut menjadikan hubungan antara guru dan murid mejadi ibarat sebuah keluarga, sedangkan disisi lain bentuk hormat siswa terhadap pendidik tetap terpelihara. Kedekatan tersebut bermanfaat ketika siswa telah lulus, mereka mampu mengimplementasikan model hubungan ini ditengah- tengah masyarakat. Sehingga siswa akan selalu ingat jasa para pendidiknya sedangkan relasi yang terbentuk antara siswa dan guru juga menjadi erat.
 
Kedua, fasilitas guru yang tersedia di Aliyah selalu terbuka dan dapat digunakan oleh siswa.
Ketika dahulu masih sangat jarang sekali komputer, maka hanya di MAM Watulimo semua siswa dapat merasakan mengoperasiokan perangkat komputer. Siswa selalu menjadi bagian terpenting yang senantiasa diperhatikan ketika memerlukan fasilitas. Meskipun kelangkapan fasilitas belum seutuhnya terpenuhi, namun selalu ada cara bagi seluruh guru untuk membantu siswanya terampil. Walaupun hal tersebut harus mengorbankan waktu, tenaga dan biaya.

Ketiga, banyak cara untuk kreatif.
OSIS atau IPM menjadi wahana organisasi yang membentuk siswa Aliyah. Melalui organisasi inilah banyak alumni aliyah yang tertarik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka menjadi memahami cara untuk menjalakan kegiatan dan mengatur sebuah acara. Sebab IPM MAM Watulimo menjadi tangan kanan dari Waka Kesiswaan untuk membentuk karakter siswa dibidang keorganisasian. Banyak sekali jebolan pengurus IPM MAM Watulimo yang menjadi elemen penting dipengabdian masyarakat atau di organisasi perguruan tinggi.

Keempat, bebas berkespresi sebagai siswa.
Selalu ada ide- ide matang yang tercetus dari siswa MAM Watulimo. Beruntungnya setiap ide kreatif ini selalu muncul dan dibahas matang dilingkungan siswa atau struktural IPM tanpa ada sedikitpun intervensi guru. Kami selalu diberi kebebasan oleh guru untuk berkespresi dalam setiap bentuk kegiatan. Guru hanya menjadi fasilitator dan pengarah ketika kegiatan tersebut dirasa belum sempurna. Melalui beragam kegiatan tersebut kami menjadi siswa yang selalu punya impian dan khayalan untuk membuat serangkaian agenda pengembangan. Akhirnya kebiasaan itu melekat kepada seluruh siswa Aliyah, kemudian menjadi pengalaman yang begitu berharga.

Kelima, kekurangan Aliyah adalah peluang bagi kami.
Saat sekolah belum mampu menyediakan seluruh fasilias, bagi kami disitulah peluang untuk bereksplorasi. Contohnya ketika sekolah tidak memiliki kantin maka IPM memutar otak dengan membuat toko jajan kecil yang menyediakan jajanan murah bagi siswa. kegiatan ini bukan hanya semata- mata berjualan, namun ada manfaat yang sebenarnya terangkum dalam kegiatan ini. Siswa menjadi paham seluruh aktivitas dalam proses jual beli, mulai dari cara belanja, memahami permintaan para produsen, hingga mereka harus belajar tekhnik akutansi. 

Keenam, alumni yang selalu mempunyai ikatan emosional terhadap Aliyah.
Ketika sudah lulus banyak alumni yang berusaha membuat jaringan dengan alumni MAM Watulimo lainnya. Mereka membuat jaringan untuk bersama-sama membentuk ikatan alumni yang selanjutnya disumbangsihkan ke madrasah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa selama di Aliyah mereka benar- benar beproses hingga terbentuk jiwa persaudaraan baik antar siswa dan lembaga.
 
Sebenarnya belum cukup enam alasan tersebut untuk menjelasakan mengapa saya bangga menjadi alumni MA Muhammadiyah Watulimo. Namun setidaknya hal tersebut menjadi memori yang masih tersimpan di dalam ingatan saya sebagai alumni Aliyah. Hingga akhirnya saya menyadari bahwa kebanggaan menjadi siswa MAM Watulimo, baru terasa ketika telah lulus dan melanjutkan ke jejang berikutnya.

OLEH: TAUFIK HAS

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.