Cerita Tentang Kuaci
Cerita Tentang Kuaci

Cerita Tentang Kuaci

Cerita_Tentang_Kuaci

Kuaci adalah biji dari bunga matahari, bentuknya kecil serta cara makannya ribet bahkan terkadang kulitnya seringkali kali membuat berserakan. Biasanya orang malas untuk makan kuaci, karena isinya yang tidak seberapa dan kulitnya yang mungil sering kali disepelekan setrta dibuang sembarangan. Seperti ungkapan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit’, begitupun juga dengan kulit kuaci. Ketika kita membuang satu atau beberapa kali kulitnya secara sembarangan, maka tanpa sadar kulitnya sudah berserakan tak karuhan.
Dulu pernah ada pengalaman dan mungkin sampai sekarang beberapa teman saya masih ingat tentang sebuah kisah sederhana yang masih membekas diingatan. Kejadian ini saat saya masih kelas VII (tujuh), mungkin sekitar tahun 2012. Bermula dari teman-teman sekelas yang membeli Kuaci dalam jumlah banyak dan dimakan rame-rame di dalam kelas. Sambil bercerita ngalor ngidul, sampai-sampai tidak sadar kalau bel masuk sudah berbunyi dan kebetulan pada saat itu mata pelajaran Matematika. Ketika guru masuk, keadaan kelas sangat tidak kondusif. Hal tersebut karena kulit kuaci berserakan di meja maupun di lantai, ditambah lagi beberapa siswa yang masih berkumpul membentuk lingkaran seperti orang genduri. Sehingga meja dan kursi tak tertata rapi. Alhasil kami sekelas mendapat teguran sepanjang pelajaran. Keesokan harinya kami tidak berani membeli maupun makan kuaci didalam kelas lagi.
Terlepas dari pengalaman saya tentang kulit kuaci tersebut, ada satu ungkapan tentang kuaci yang hingga kini mengusik pikiran saya. Ungkapan itu adalah ”jadi orang itu jangan kaya kuaci, udah murah nyampah lagi”. Pada kenyatannya hal ini memang benar, akan tetapi menurut saya walaupun harga pasaranya murah,tapi makna dibalik kuaci tak semurahan itu. Bahkan sebenarnya kuaci itu sangat menarik, kenapa? Sebab apabila hanya satu biji, keberadaan kuaci ini sering kali diabaikan dan disepelekan, namun jika dalam jumlah yang lebih banyak maka pasti ada yang melirik bahkan ada tertarik untuk memakannya. Seperti halnya sebuah organisasi, apabila hanya satu orang yang berjuang, maka perjuangan itu nyaris tak terlihat. Lain halnya apabila semua anggotanya mau berjuang bersama-sama dan saling bahu-membahu, walaupun perjuangan yang dilakukan senderhana sekalipun, kekompakan dan semangat persatuan yang terjalin akan sangat terlihat menarik untuk dilirik.
Apabila kita melihat orang yang memakan kuaci, saya yakin sebagian besar dari mereka tak ada yang puas apabila hanya memakan satu ataupun dua biji saja. Mereka pasti akan mengambil lagi dan lagi, bahkan tanpa sadar telah habis ratusan butir. Oleh karena itu suatu organisasi akan sukar mendapat hasil yang memuaskan jika hanya satu ataupun dua yang mau bergerak. Semua akan lebih teratur jika mau berjalan bersama kearah tujuan yang serupa. karena pada hakekatnya tak ada perjuangan yang sia-sia, apabila belum berhasil berarti hanya saatnya saja yang belum tepat.
Oleh karena itu, kita bisa belajar dari kuaci, walaupun sekecil apapun diri kita maupun organisasi kita, jangan biarkan kita tersingkir, kita harus bisa bangkit dengan bergerak bersama dan  mengembangkan potensi yang kita miliki. Tanamkan dalam sanubari diri, untuk tidak pesimis, biarkanlah orang berkomentar sesuka mereka, kita yang menjalani hidup ini dan tidak ada yang lebih tahu tentang kita selain diri kita sendiri.
Ada satu quotes dari Aristoteles yang saya ingat sampai saat ini, yaitu,“apabila kita berhasil, teman-teman kita akan tahu siapa kita, tetapi ketika kita gagal, maka kita akan tahu siapa teman kita yang sebenarnya

(NOVA TRI REJEKI- PIMPINAN IPM R. MAM WATULIMO)

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.