Hakikat Mudik Bagi Siswa MAM Watulimo
 Hakikat Mudik Bagi Siswa MAM Watulimo

Hakikat Mudik Bagi Siswa MAM Watulimo

Hakikat_Mudik_Bagi_Siswa_MAM-Watulimo

Idul fitri bagi mayoritas masyarakat kita adalah waktu yang begitu spesial. Saking spesialnya bahkan masyarakat tidak segan-segan mengeluarkan keuangannya diluar Rencana Anggaran dan Belanja Rumah Tangga. Pemerintah pun juga paham betul kebiasaan rakyatnya tersebut. Itung- itung agar terkesan peka, pemerintah memberikan gaji tigabelas kepada abdi negara. Sekalian juga yang terbaru ada kabar gaji keempat belas. Ya semoga saja kebijakan ini bukan hanya untuk mengejar simpati di duaribu sembilan belas. Eh maaf…

Maaf agak menyimpang sedikit tulisan di paragraph pertama. Ow iya, kembali pada moment idul  fitri. Bagi orang Jawa idul fitri artinya ya pulang kampung atau mudik kata teman saya dalam tulisannya  disalahsatu situs lokal Trenggalek “mudik=mulih disik”. Namun yang unik mudik itu paling banyak ada di Pulau Jawa, atau orang meratau kembali pulang ke Jawa, atau lagi dari Jakarta pulang ke Jawa, antara ke Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Ajaran Islam menekankan agar sesama manusia saling menghormati dan menghargai, terlebih kepada orang tua. Idul Fitri juga dimaknai dengan kesucian, atau mensucikan diri, ibaratnya selama satu bulan penuh mandi dengan cara menahan hawa nafsu dan sebagainya, lalu saat Idul Fitri-lah kita selesai mandi keudian memakai baju sehingga menjadi pantas dan bersih. Tubuh ini secara batiniah kembali baru bagai anak yang baru lahir dari rahim Ibu. Sehingga kesucian ini dimanfaatkan dengan saling memberi maaf dan sungkem kepada orang tua dengan perjuangan mudik atau pulang kampung. Makna kembali suci inilah bagi orang Jawa yang kental akan mitologinya dimaknai dengan mudik. Sebab mudik berarti mengunjungi kembali sang Ibu dan bapak, dimana tempat mereka berasal atau dilahirkan.

Bagi siswa MAM Watulimo perayaan Idul Fitri juga sekaligus menjadi momentum untuk kembali berkumpul. Siswa yang  lama berpisah karena beragam kesibukan pasti dipertemukan pada saat lebaran. Mereka akan kembali merefresh ingatan dan kenangannya dengan kembali kepada bapak Ibu guru untuk bersilaturahim. Kebiasaan ini seakan telah menjadi budaya yang terbangun dengan rapi oleh siswa MAM Watulimo maupun para alumninya. Sebab guru bagi mereka adalah sumber asal ilmu dan inspirasi.

Lebaran tahun ini, banyak siswa dan alumni yang berkunjung (ba’dan) kerumah bapak dan ibu guru. Mereka biasanya berkunjung dengan kelompoknya masing- masing. Tak jarang dengan pakaian modis dan stile terbaru yang kadang membuat guru pangkling.

Perasaan seorang guru saat moment lebaran, hampir sama dengan syahdunya ibu/bapak (orang tua) ketika dikunjungi anaknya yang tengah mudik (pulang kampung). Jadi meskipun siswa-siswi degan berbagai “tipe” datang ba’dan, rasa bangga sekaligus senang muncul ketika mereka datang beramai-rami dan bercerita beragam celoteh lucu atau bahkan garing kepada gurunya. Tak jarang guru sesekali juga bertanya tentang kesuksesan siswanya yang telah lulus, atau status pernikahannya. Ya persislah seperti apa yang ditanyakan orang tua kepada anaknya yang tengah pulang karena mudik.

Siswa alumni MAM Watulimo yang dulunya jail atau kocak, jika berkunjung pasti tidak pernah luntur sifatnya. Mereka selalu memiliki banyak cara untuk berkespresi didepan gurunya yang di ba’dan-i. Ada yang minta ampau,minta ajak sungkem, bawa kresek buat bungkus jajan atau bahkan minta ajak selfie. Begitupun siswa yang dulunya ketika semasa sekolah menjadi korban bullying, maka ketika berkunjung mereka tetap menjadi pês-pês an temannya.

Bagi penulis sekaligus guru di MAM Watulimo, mudik mereka ke kediaman guru-guru adalah proses mengingat kebali “leluhurnya”. Leluhur yang secara suka rela mewariskan ilmu dan pengalaman kepada mereka. Guru adalah orangtua kedua yang telah memberi ilmu kepada siswa agar kelak menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan. Orangtua melahirkan mereka agar bisa menatap dunia, maka guru membuat mereka besar   agar menguasai dunia. Karakter itulah yang senantiasa terpatri dalam diri siswa MAM Watulimo, kemudian salahsatunya terwujudkan saat Idul Fitri dalam aktivitas ba’dan.


(ALIYAHMU MEDIA- TAUFIK HAS)

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.