Hindari Kekerasan saat PLS, SMKM Watulimo Gelar Diklat IPM
Hindari Kekerasan saat PLS, SMKM Watulimo Gelar Diklat IPM

Hindari Kekerasan saat PLS, SMKM Watulimo Gelar Diklat IPM

Hindari_Kekerasan_saat_PLS,_SMKM_Watulimo_Gelar_Diklat_IPM

Selasa 11 Juli 2017, siswa-siswi SMK Muhammadiyah Watulimo yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengikuti diklat keorganisasian. Meskipun bertepatan dengan liburan akhir semester gasal Tahun Pelajaran 2016/2017, acara tersebut tetap berjalan lancar. Agenda tersebut terselenggara atas insiasi dari Bagian Kesiswaaan SMK Muhammadiyah Watulimo.

Acara yang diikuti oleh 37 anggota IPM juga dibuka langsung oleh kepala SMKM Watulimo Drs.Katib, S.Ag., M.MPd. Ia mengingatkan bahwa IPM harus memiliki nilai tambah dan sekaligus menjadi motor penggerak bagi siswa lainnya.

Agenda tersebut berlangsung selama satu hari dengan pemililihan materi inti yang padat. "Meskipun hanya terkesan singkat, namun poin-poin penting dalam acara  tersebut tetaplah menjadi prioritas utama", ujar Cipto Edi kepada aliyahmu media.
"Meskipun hanya satu hari minimal anak-anak IPM memiliki bekal keilmuan yang cukup, untuk mengenalkan SMKM Watulimo kepada Peserta Didik Baru di Tahun Pelajaran 2017-2018 ini" kata Rokhmad Basuki selaku Waka Kesiswaan SMK Muhammadiyah Watulimo.

Diklat IPM tersebut dimaksudkan untuk memberikan bekal keilmuan dan pemahaman kepada siswa pengurus IPM Ranting SMKM Watulimo. Hal tersebut menurut agar mereka dapat melakukan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) terhadap Peserta Didik Baru dengan tepat,akurat serta terarah. "Harapan kami dengan diklat ini agar siswa IPM paham dan tidak ada kesan PLS yang menakutkan, atau penuh dengan kekerasan dan hukuman kepada Peserta Didik Baru" kata Rokhmad Basuki.

PLS adalah istilah untuk menggantikan Masa Orientasi Siswa (MOS). Melalui PLS diharapkan menjadi wahana untuk perkenalan peserta didik baru dengan sekolah, baik itu perkenalan secara personal pendidik dan tenaga kependidikan ataupun perkenalan dengan berbagai program sekolah. "Kalau tidak diingatkan dari awal, khawatirnya anak-anak IPM nanti terjebak pada pola-pola lama hasil adopsi dari berbagai macam media dari berbagai daerah, meskipun sebenarnya dari dulu SMKM Watulimo tidak pernah mempraktekkan pola-pola kekerasan dalam orientasi siwa baru" imbuh Rokhmad Basuki.

Selain materi keorganisasian, acara tersebut juga di isi dengan materi penguatan Kemuhammadiyahan. Materi tersebut langsung disampaikan ketua Majelis Kader (MPK) PCM Watulimo. "Kami berharap siswa betul-betul bisa mengenal Muhammadiyah secara utuh dan menyeluruh, sehingga kedepan dapat diidamkan menjadi kader Persyarikatan yang militan" tutup Cipto Edi kepada aliyahmu media.


(ALIYAHMU MEDIA)

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.