Legenda dari Generasi ke Generasi tentang Kaos Kaki
Legenda dari Generasi ke Generasi tentang Kaos Kaki

Legenda dari Generasi ke Generasi tentang Kaos Kaki

Legenda_dari_Generasi_ke_Generasi_tentang_Kaos_Kaki

Ketika mendengar kata Kaos Kaki, mungkin yang pertama kali muncul dipikiran kita adalah suatu barang yang terbuat dari bahan kain dengan salah satu unjungnya dijahit rapat dan biasanya digunakan untuk membungkus kaki ketika hendak memakai sepatu.

Memang demikian, Kaos kaki merupakan barang wajib yang harus dipakai khususnya pada hari Senin. Sebab ketika upacara seringkali ada pemeriksaan kelengkapan atribut, dimana semua siswa berlomba-lomba untuk menjadi yang paling rapi. Memang bukan karena agar terlihat gagah dan enak dipandang, akan tetapi karena takut dihukum. Mau bukti? Coba saja kita lihat kelakuan mereka setelah upacara berakhir, belum juga sampai di dalam kelas tapi keberadaan dasi dan ikat pinggang yang sebelumnya terpakai dengan rapi sudah tak terdeteksi lagi. Terlebih lagi baju yang semula rapi dimasukan sudah amburadul tak karuan bentuknya.

Hari Senin kaos kaki pasti terpasang rapi didalam sepatu sebagai penyelamat untuk menghindari hukuman. Dan jika tak ditemukan keberadaanya maka seolah menjadi sesuatu yang begitu horor pada Senin pagi. Namun hari-hari selanjutnya mereka seakan melupakannya tanpa kejelasan. Jika sudah begini, Kaos Kaki sebatas hanya sebagai pelarian ketika butuh, selebihnya tak dipedulikan sama sekali. Biasanya pas dirumah, apalagi kena air hujan selepas mencopot sepatu, kaos kaki pasti di lempar sembarangan karena baunya yang dianggap 'nggak banget'  atau bikin ilfeel. Padahal yang tadi memakai kan dia sendiri, itulah salah satu buruk manusia yang selalu seenaknya sendiri, ketika butuh dicari-cari hingga titik darah penghabisan, tapi kalau gak butuh ya dibuang seenaknya.

Namun yang menarik ada saja fenomena unik Kaos Kaki dikalangan pelajar saat siang hari. Apabila melihat temanya memakai Kaos Kaki, ada saja murid yang iseng dan gemas untuk menjahili temanya. Fenomena tersebut biasa terjadi selepas sholat dzuhur, dimana semua murid melepas sepatu dan kaos kaki, namun ketika dihampiri hanya tinggal sepatunya saja. Kaos kakinya sudah hilang raib entah kemana, bahkan kerap kali keliru dengan siswa yang lain, karena warna kaos kaki yang mainstream digunakan kalau gak warna hitam ya putih.

Cerita pada paragraf diatas masih mending. Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika ada teman yang jahil, dengan seenaknya saja mengambil kaos kaki milik kita terus dijinjing di depan kelas dan di hina serta dicaci maki. "Seperti orang lagi mempresentasikan produknya dengan bahasa permusuhan". Mending kalau baunya wangi gak masalah, kalau memang beneran bau kan kita juga yang malu. Hal ini memang tak patut untuk ditiru, namun dalam kesehariannya kejadian itu masih sering terjadi dan penulis pernah jadi saksi kunci kejadian itu. Hehe

Fenomena Kaos Kaki ini hanyalah salah satu contoh kecil tentang pentingnya memakai atribut lengkap saat bersekolah. Bukan hanya terlihat alim pada hari senin saja, namun hari-hari selanjutnya-pun juga harus memakai atribut lengkap. Sebab gak adil kan kalo cuma hari senin yang diprioritaskan?

Bukan hanya tentang memperhatikan dan memakai atribut yang sesuai dengan aturan, tapi ada satu hal yang masih menjadi kebiasaan buruk masyarakat Indonesia, yaitu tidak tepat waktu. hal itu yang memang perlu di benahi lagi dan harus tertanam dalam pola fikir kita. Bahwa tepat waktu adalah bagian dari suatu tanggung jawab dalam konteks apapun. Contohnya tepat waktu men-publish tulisan saya ini.
Eh..


(ALIYAHMU MEDIA-NOVA TRI REJEKI)*
*PR IPM MAM Watulimo kelas XII IPS

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.