Kajian Rutin PCM Watulimo: "Memilih Selain Islam Sebagi Jalan Hidup Maka Kebaikannya akan Hancur Seperti Debu Beterbangan"
Kajian Rutin PCM Watulimo: "Memilih Selain Islam Sebagi Jalan Hidup Maka Kebaikannya akan Hancur Seperti Debu Beterbangan"

Kajian Rutin PCM Watulimo: "Memilih Selain Islam Sebagi Jalan Hidup Maka Kebaikannya akan Hancur Seperti Debu Beterbangan"

Kajian_Rutin_PCM_Watulimo:_"Memilih_Selain_Islam_Sebagi_Jalan_Hidup_Maka_Kebaikannya_akan_Hancur_Seperti_Debu_Beterbangan"
Watulimo (15/9), agenda kajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Watulimo digelar di Masjid Surya Hamzah Ghulam Desa Prigi berlangsung semarak. Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB. Ustadz Anang Wahid Lc dari PDM Trenggalek menjadi pembicara dalam kajian yang juga pandu oleh Rohmad basuki tersebut.

Dalam kajian itu dihadiri oleh warga dan simpatisan Muhammadiyah se Watulimo. Sekitar 300 warga Muhammadiyah memadati masjid Ranting Prigi tersebut. Dalam sambutannya Drs.H. Warjito, selaku pimpinan cabang Muhammadiyah juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mendoakan dan membantu dalam bentuk nyata saudara seiman di Rohingya. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada LAZISMU Watulimo yang mampu mengkoordinasi pengumpulan dana hingga begitu massif bagi saudara di Rohingya sehingga dapat terkumpul lebih dari delapan juta rupiah, selama kurang dari satu minggu.

"Sebagai sesama muslim kita mestinya prihatin, sebab sesama muslim itu saudara dan ibarat satu hati atau satu tubuh. Apalagi sekarang akses informasi cepat untuk memudahkan koordinasi bantuan untuk sudara kita di Myanmar. Serta saya berikan penghargaan yang begitu besar untuk LAZISMU yang begitu sigap hingga mampu menjalankan misi dakwah Muhammadiyah untuk kemanusiaan di Rohingya" ujar Drs.H Warjito disela-sela sambutannya.

Kajian rutin setiap hari Jumat diawal bulan ini juga menjadi ajang silaturahim seluruh elemen Muhammadiyah di Kecamatan Watulimo. Pimpinan Cabang Muhammadiyah juga mengiformasikan bahwa wakaf tanah untuk MBS sudah mulai berjalan untuk program tahfidz. Wakaf tanah di MBS Desa Gemaharjo tersebut juga merupakan satu-satunya tanah wakaf yang dimiliki oleh seluruh warga Muhammadiyah Watulimo, dan bukan dari wakaf satu orang.

Sedangkan Ustadz Anang Wahid menyampaikan banyak hal tentang ibadah dan muammalah. Menurutnya dalam forum seperti kajian, maka lebih diutamakan untuk saling berbagi yang kemudian dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai karakteristik Ustadz Anang, ia juga sambil melucu dalam membuka ceramahnya "bagi yang mampu membayar hutang dan menunda-nunda maka menurut Rasul dia dzalim, Nha orang Watulimo itu baik-baik,  jika dihutangi maka biasa diiklaskan tapi kalo hutangnya agak banyak gitu maka ya sampek elek tetep dieleng-eleng" sambil diikuti gelak tawa seluruh hadirin.

Menurut Ustadz Anang, muslim itu meskipun Sholat rajin, puasa tertib, ibadah baik, namun tidak diimbangi dengan kegiatan sosial maka hal itu tidak disebut sebagai kebaikan. Apalagi bagi golongan yang rajin sholat tapi tetap fasa' dan mungkar, maka sholatnya tersebut tidak membawa manfaat apa-apa baginya. Menurut ustadz Anang, orang yang rajin beribadah, suka mengaji namun tidak menjadi teladan dan inspirasi yang baik bagi lingkungan, maka ibadahnya tidak memberikan manfaat baginya.

Ustadz Anang juga menyinggung tentang Urf atau budaya dan menjadi kebiasaan yang selama ini disepakati dan tidak ada mudhorotnya dimasyarakat. Dalam hal bermuamalah tidak ada masalah asalkan tidak menimbulkan saling caci-mencaci. Hal tersebut misalkan becekan atau nyang-nyangan sepulang haji. Maka hal yang demikian niatkanlah sebagi shodaqoh agar tidak merasa sakit hati jika tidak dikembalikan becekannya. Sebab hal yang demikian sudah terlanjur mengakar dan sulit dirubah ditengah-tengah masyarakat.

Dalam inti kajian yang disampaikannya beliau memberikan pernyataan tentang kenapa harus ber Islam. Sebab bagi Allah menjadikan selain Islam sebagi pandangan hidup maka amal kebaikannya tertolak. Bagi orang yang demikian, maka dihari akhir akan ditunjukkan amal ibadahnya kemudian amal ibdahnya akan hancur seperti debu yang beterbangan. Tapi sebaliknya, jika orang muslim sedikit saja kebaikan yang dilakukannya, maka nilainya luar biasa.

Sehingga dengan keuntungan kita sebagai Muslim dari lahir, maka wajib kiranya untuk meningkatkan terus ibadahnya. Hal tersebut berarti kita harus memperbaiki ajaran sesepuh Islam Jawa yang terkadang masih menggunakan kepercayaan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Apalagi warga Persyarikatan Muhammadiyah harus belajar dengan baik agar menjadi pioner dalam ber Islam bagi lingkunganya.

Senada dengan yang beliau sampaikan, menurut Al-Qur'an ada 3 tipologi orang Islam, yaitu:
1. Muslim yang amalnya kurang tapi kegiatan munkarnya luar biasa banyak.
2. Muslim mu'tasid (tengah-tengah), yakni Muslim yang menjalankan ibadah hanya yang wajib saja.
3. Muslim yang berlomba-lomba dalam kebaikan, yakni menjalankan ibadah dan meninggalkan semua kemaksiatan.

Dalam penyampaian penutupnya Ustadz Anang menyampaikan Surah Al-Baqarah ayat 208, yang intinya seruan agar kita masuk Islam dengan kaffah (utuh). Maka warga Muhammadiyah harus saling instropeksi diri dalam bermuamalah dan beribadah agar senantiasa mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Sehingga jadikan dunia ini sebagai media untuk mencari kebahagiaan kekal di kehidupan yang akan datang (Akhirat).


(ALIYAHMU MEDIA-SEKRETARIS PCPM WATULIMO)*
*PCPM Watulimo Periode 2016-2020

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.