Ketika Kepedulian Tidak Hanya Dimaknai dengan Materi
Ketika Kepedulian Tidak Hanya Dimaknai dengan Materi

Ketika Kepedulian Tidak Hanya Dimaknai dengan Materi

Ketika_Kepedulian_Tidak_Hanya_Dimaknai_dengan_Materi
Selepas Sholat Ashar Naila bergegas untuk pergi ke toko yang terletak diperempatan jalan yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya untuk membeli gula pasir dan minyak goreng. Sebelumnya ia mengambil uang dan sandal jepit untuk dipakai ke toko dan tak lupa juga sebelum berangkat ia mengunci pintu rumah terlebih dahulu.

Naila berjalan dengan santai sambil menghitung uang yang tadi diberikan ibunya. Hal tersebut dilakukannya untuk mengecek apakah sudah pas uangnya atau kalau saja ada kelebihan uang yang bisa digunakan buat jajan "bukanya mata duitan, tapi hidup itu perlu perhitungan" begitu gumamnya. Setelah selesai menghitung, Naila segera memasukkan uangnya kedalam saku dan tak lama kemudian ia sampai di toko yang dituju.

"mau beli apa dek?"tanya ibu pemilik toko dengan ramah.

"mau beli gula pasir 2 kg sama minyak goreng 1 kg" jawab Naila sambil mengamati sekeliling yang dipenuhi oleh orang yang berlalu-lalang.

"ini belanjaanya, semuanya tigapuluh sembilan ribu limaratus rupiah " ucap ibu pemilik toko sambil menyerahkan kantong belanjaan.

"pasti gak ada kembalianya" gumam Naila lirih sambil mengambil uang dalam saku kemudian menyerahkanya pada ibu pemilik toko.

"terimakasih" ucap ibu penjual sambil menyerahkan kembalian yang sebesar lima ratus rupiah.

"sama-sama, mari bu" pamit Naila dengan sopan,kemudian ia bergegas pulang sambil tetap menatap sendu uang lima ratus perak ditangan kanan-nya.

  Baru beberapa langkah ia berjalan, Naila melihat seorang nenek yang hendak menyebrang, namun terlihat kesulitan membawa barang belanjaanya. Tanpa berfikir panjang Naila segera menghampiri nenek itu "mari saya bantu" ucap Naila dengan sopan sambil menyambut tangan nenek itu untuk membantunya menyebrang.

"terimakasih nak" ucap nenek. Naila merespon  dengan anggukan sopan. Melihat nenek itu mulai berjalan menjauh dengan barang belanjaan yang lumayan banyak, Naila menjadi tak tega dan segera menyusulnya.

"rumah nenek dimana?"tanya Naila ramah.

"dipojok jalan yang sebelah kanan" jawab nenek sambil menunjuk arah yang dimaksud, yang jaraknya lumayan jauh dari tempat mereka berdiri saat itu.

"mari saya antar pulang" ucap Naila bersemangat.

"apakah tidak merepotkan?"tanya nenek itu ragu.

"tidak sama sekali, biar saya bawakan belanjaanya sekalian" ucap Naila dengan antusias, sambil membawa belanjaan nenek itu ditangan satunya. Disepanjang perjalanan Naila dan nenek itu berbincang-bincang sambil sesekali melempar candaan.

 "itu rumah nenek sudah terlihat, mampirlah terlebih dahulu" ajak nenek dengan penuh harap.

"tidak usah nek, saya mau langsung pulang saja" tolak Naila dengan halus.

"sekali lagi terimakasih ya" ucap nenek dengan tulus.

"sama-sama,saya pamit dulu" pamit Naila sambil melambaikan tangan dengan wajah sumringah.

Menolong orang lain dengan perbuatan yang sederhana itu terkadang dianggap sebagai hal yang sepele, namun tanpa kita sadari hal yang sepele itu sumber kebanggaan dan kelegaan kita sebagai makhluk sosial karena bisa berguna bagi orang lain.

"kepedulian itu tidak dilihat dari seberapa banyak materi yang dikeluarkan,
akan tetapi ditunjukan dari seberapa banyak perbuatan-perbuatan kecil
yang kita lakukan"



(ALIYAHMU MEDIA-NOVA TRI)*
*PR IPM MAM Watulimo
 

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.