MAM Watulimo: Catatan Indah dari Jambore Daerah HW IV Munjungan
MAM Watulimo: Catatan Indah dari Jambore Daerah HW IV Munjungan

MAM Watulimo: Catatan Indah dari Jambore Daerah HW IV Munjungan


MAM_Watulimo:Catatan_dari_Jambore_Daerah_HW_IV_Munjungan
Jambore Daerah Hizbul Wathan IV di Kecamatan Munjungan memberi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus luar biasa bagi Qabilah Jenderal Soedirman MAM Watulimo. Kegiatan yang rencananya akan terlaksana selama tiga hari pada 6-8 Oktober 2017, harus terhenti karena cuaca yang tidak bersahabat.

MAM Watulimo mengirim 33 peserta yang terbagi menjadi tiga kawan (regu). Mereka sejak jauh- jauh hari telah memersiapkan semua agenda kegiatan dan perlombaan yang tersusun di Proposal JAMDA 4 Munjungan. Tahun ini mereka didampingi oleh dua pelatih Toni E dan Slamet R yang saling membagi tugas melatih siswa MAM Watulimo. Bahkan anak- anak lebih antusias dan bersemangat melebihi JAMDA sebelumnya. Hal tersebut karena motivasi yang begitu luar biasa untuk memertahankan juara umum di JAMDA 3 Pule dua tahun silam.
“kami telah berusaha semaksimal mungkin, latihan dan latihan hingga tak kenal waktu pulang sore kami jalani demi JAMDA Munjungan” ujar Siska Fadhilatul, selaku ketua salah satu kawan di Qabilah Jenderal Soedirman.

“anak- anak MAM Watulimo sudah kompak dan usaha kami buat melatih juga begitu maksimal, namun keadaan berkehendak lain, dan semoga semangat anak- anak tidak loyo karena musibah ini” pesan Toni E kepada Aliyahmu Media.

Keberangkatan kontingen MAM Watulimo ke Munjungan memang bukan asal-asalan. Mereka tidak mau hanya sebagai penggembira, sebab persipan sudah begitu matang. Mereka berangkat ke Munjungan pada Jum’at (06/10) pagi, dengan cuaca yang sedikit mendung. Sampai di Munjungan sekitar pukul 09.30 WIB, anak-anak langsung registrasi dan mendirikan tenda. Tidak berselang lama kegiatan dihentikan untuk sholat Jum’at di Masjid MIM Bangun Munjungan.

Acara berjalan lancar hingga sore hari saat sholat Magrib. Siswa MAM Watulimo yang juga didampingi guru turut membantu kegiatan dapur terutama bagi kawan putri. Semua kegiatan dilakukan oleh tim Qabilah Jenderal Soedirman sesuai dengan jadwal agenda yang telah disusun sebelumnya. Selepas Sholat Isa’ siswa makan bersama dan membuat penerangan di tenda masing- masing.

Tidak disangka saat kegiatan panitia sudah masuk pada pentas seni, cuaca berubah menjadi mendung tebal, dan bumi perkemahan Njajar, Desa Bangun, Munjungan langsung diguyur hujan yang sangat lebat. Bahkan hujan tidak kunjung reda hingga pukul 23.00 WIB. Siswa MAM Watulimo dengan sigap langsung menyelamatkan barang di tenda, sebab air sudah mulai naik di tenda dan membanjiri bagian dalam. Hingga pukul 00.00 WIB hujan tidak reda bahkan semakin deras, sehingga seluruh lapangan perkemahan tergenang air hingga 40 cm, semua peserta Jambore langsung dipindah oleh panitia ke beberapa titik evakuasi. Sedangkan siswa MAM Watullimo terbagi menjadi tiga titik tempat berteduh. Hal tersebut diketahui setelah panitia daerah melakukan pemantauan ke masing- masing tempat evakuasi dan mendata bagi siswa yang sakit atau cedera.

Akhirnya hujan mulai reda menjelang waktu Subuh. Namun redanya hujan tidak mampu mengembalikan keadaan yang semalam telah porak poranda karena sapuan air. Banyak dari peserta tingkat atfal dan pengenal yang kesehatannya memburuk seusai banjir, sehingga perlu perawatan. Akhirnya melalui rapat yang dihadiri oleh panitia local, panitia daerah dan seluruh pendamping Qabilah, JAMDA 4 harus diselesaikan hari Sabtu 7 Oktober 2017, namun untuk pawai ta’aruf dan pentas seni tetap dilaksanakan pagi itu juga.

Saat pelaksanaan pawai, siswa MAM Watulimo mengusung tema burung merak dan ular naga yang diciptakan dari jarik batik. Tak ayal kreativitas tersebut membuat suasana meriah, ditengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat karena hujan. Sedangkan untuk pentas seni, MAM Watulimo menampilkan drama puisi yang diperagakan dan tarian massal baby shake. Meskipun tampilan pentras seni belum memeroleh juara satu, namun setidaknya penampilan MAM Watulimo di JAMDA 4 memeberi kesan meriah bagi peserta lain dan masyarakat Munjungan.

“meskipun anak-anak terkena musibah saat menjalani perkemahan ini, namun semangat mereka untuk selalu mengenalkan madrasah Aliyah dan menujukkan kreativitas tidak pernah surut. Alhamdulillah tanpa harus dituntun anak- anak sudah mandiri dan dewasa” ujar Bapak Mutoyo selaku kepala MAM Watulimo saat dihubungi oleh tim Aliyahmu Media.

Menurut informasi dari panitia, JAMDA 4 Munjungan ini belum berakhir. Meskipun telah ditutup oleh Ustadz Wicaksono dari PDM Trenggalek pada Sabtu kemarin (7/10), namun untuk perlombaan tetap akan dilanjutkan sesuai dengan keputusan panitia dan pihak kwartir Daerah HW Trenggalek.

Sejauh ini semangat siswa MAM Watulimo, dengan apapun keputusan dari panitia tidak akan pernah lenyap. Sebab slogan mereka adalah Berangkat, berjuang untuk Menang demi Aliyah, Hizbul Wathan dan Persyarikatan Muhammadiyah.


ALIYAHMU MEDIA-(TIMRED ALIYAHMU MEDIA)

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.