Ketika Usaha Tak Sebanding dengan Hasil (Kritik Penyelenggaraan HW Scout Competition)
Ketika Usaha Tak Sebanding dengan Hasil (Kritik Penyelenggaraan HW Scout Competition)

Ketika Usaha Tak Sebanding dengan Hasil (Kritik Penyelenggaraan HW Scout Competition)

Ketika_Usaha_Tak_Sebanding_dengan_Hasil(Kritik_Penyelenggaraan_HW_Scout_Competition)
Dalam perjalanan hidup, kita pasti pernah merasakan apa itu usaha keras, jatuh bangun, serta bersemangat dalam mencapai suatu misi. Namun tak jarang pula kita menjumpai suatu kegagalan, kekecewaan dan perasaan tidak adil terhadap usaha dan kerja keras yang sudah kita lalui.

Pada dasarnya, kita semua pasti sadar bahwa dalam setiap langkah yang kita ambil pasti berpotensi untuk mengalami kegagalan. Namun selalu ada secercah harapan yang membuat kita percaya bahwa potensi keberhasilan itu selalu ada. Namun tak jarang juga, usaha dan kerja keras tak sebanding dengan hasil yang kita peroleh, atau bahkan banyak yang berkomentar bahwa kita kurang giat dalam berlatih ataupun keberuntungan tidak berada dipihak kita. Namun nyatanya perasaan kecewa yang berkecambuk tak semudah itu untuk diredam.

Sebenarnya, bukan piala besar maupun gelar juara yang jadi prioritas kami, namun kesesuaian usaha dengan hasil, serta keobjektifan dalam bertanding yang kami butuhkan. Meskipun yang terlihat bagus dan memukau sekalipun, namun tidak sesuai prosedur itu tidak bisa dikatakan unggul. Janganlah kita memukul rata sesuatu dalam sekali lihat, karena objektif merupakan aspek terpenting dalam sebuah kompetisi. Salah satu kebiasaan buruk yang tertanam di negara kita adalah selalu berorientasi pada hasil, tanpa mau menelisik proses.

Sebenarnya kasus seperti ini bukan yang pertama terjadi, kalau kita mengikuti berita Kompetisi Liga 1 Indonesia, hal serupa juga terjadi pada pertandingan laga puncak. ketidakadilan dan manipulasi yang sangat kentarapun tidak diusut dengan tuntas. Mulai Bali United, sebagai klub yang merasakan ketidakadilan dan kekecewaan. Maka kita belajar bahwa menjadi juara tanpa mahkota, kita harus legowo karena bagaimanapun waktu tidak dapat diputar ulang, kata yang terucap tak dapat ditarik kembali.

Pernah ada yang bilang "bahwa dalam sebuah kompetisi, menang/kalah memang hal yang wajar, yang gak wajar itu udah kalah tapi nggak mau menerima kekalahan". Kesindir sih sebenarnya, tapi kalau kalahnya secara tidak adil ya nggak elit dong kalau kita cuma diam dan pasrah menerima kekalahan, apa gunanya demokrasi kalau pendapat dan aspirasi kita masih dibatasi? Jangan biarkan para pelaku KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) di Indonesia jadi ngelunjak. Sebab kita sama tahu bahwa sesuatu yang besar itu dimulai dari yang kecil.

Walaupun kerja keras dan usaha maksimal kita tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Namun setiap langkah tak ada yang sia-sia, karena setiap langkah selalu punya cerita, biarkan mereka mencela sesuka hati, karena sejatinya mereka tak pernah tahu jerih payah dan cucuran keringat yang telah kita keluarkan.

Mengutip kata dari seorang pesepakbola bahwa :"bermainlah untuk siapapun yang tertera dibagian depan kausmu, maka semua orang akan mengingat nama yang tertera dibelakang kausmu ", intinya selagi bisa perjuangkan apa yang layak untuk kita perjuangkan, maka semua orang akan mengenang apa yang kita perjuangkan. Karena seperti kata Najwa Shihab,"pada akhirnya, sejarah akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan dan Sejarah akan meninggikan mereka yang layak dimuliakan ".

Positif thingking saja selama kita berada di jalan yang benar, yakinlah bahwa usaha takkan pernah menghianati hasil.



(ALIYAHMU MEDIA-NOVA TRI REJEKI)*
*Pimred Aliyahmu Media

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.