MAM Watulimo diantara 1000 Relawan Sekolah Laut Jawa Timur
MAM Watulimo diantara 1000 Relawan Sekolah Laut Jawa Timur

MAM Watulimo diantara 1000 Relawan Sekolah Laut Jawa Timur

MAM _ diantara_1000_Relawan_Sekolah_Laut_Jawa_TimurKamis,2 Nopember 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mengadakan kegiatan Apel Relawan Sekolah Laut. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka gerakan pengurangan resiko bencana. Bertempat di Kawasan Pantai Cengkrong Desa Karanggandu, Watulimo. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada 11.15 WIB. Peserta yang menghadiri kegiatan tersebut bahkan mencapai  1000 relawan, yang berasal dari berbagai instansi.

Rangkaian acara diawali apel relawan Sekolah Laut. Seluruh peserta berbaris di sepanjang pesisir pantai Cengkrong. Panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok (kompi) dari kompi I hingga V. Yang menjadi pembina apel adalah asisten bupati yang bertugas mewakili Bapak Emil Elestianto Dardak yang kebetulan tidak bisa hadir karena bertepatan tugas diluar kota. Peserta sempat banyak yang mengeluh ketika apel pembukaan tengah berlangsung, karena memakan waktu yang cukup lama. Peserta yang sebagian juga anak-anak banyak yang kelelahan karena terlalu lama berdiri dibawah terik pantai yang cukup menyengat.

Saat Apel selesai, kegiatan siswa MAM Watulimo dan peserta lain dilanjutkan dengan bersih Pantai Cengkrong. Seluruh relawan dengan dibekali kantong plastik berpencar keseluruh area pantai untuk memungut sampah kering maupun basah. Banyak sekali sampah yang berserakan disekitaran pantai, terlebih lagi sampah-sampah plastik dan sterofoam yang sukar membusuk dapat mencemari lingkungan. Begitupun juga dengan sampah batang kayu kecil atau ranting yang tertimbun pasir pantai, sangat membuat kaki dan pemandangan tidak nyaman.

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman benih Manggrove, sebagai penutup sekaligus inti dari rangkaian kegiatan tersebut. Sebanyak 4000 lebih benih pohon Manggrove siap tanam dibagikan kepada seluruh relawan secara bergiliran. Peserta yang telah terbagi sesuai dengan kelompoknya  silih berganti keluar masuk area penanaman Manggrove yang terletak cukup jauh kedalam areal hutan. Ditambah lagi dengan medan  becek yang harus dilewati menambah kesan menantang yang tak terlupakan bagi siswa MAM Watulimo dan peserta lainnya.

Bagi kami siswa MAM Watulimo yang juga belajar banyak tentang geografi, fungsi penanaman Mangrove selain untuk melestarikan pantai dan pencegahan abrasi, namun juga bertujuan untuk menjadikan wahana kreasi dan rekreasi bagi warga. Hal tersebut berangkat dari kesadaran potensi yang cukup besar dari pesisir Selatan Trenggalek. Bagi kami adanya hutan Mangrove ini harus dioptimalisasikan perawatan dan pelestariannya. Sebab hal tersebut dapat dijadikan kemajuan ekonomi serta pariwisata di Trenggalek dan juga yang tak kalah penting untuk pengurangan resiko bencana alam diwilayah pesisir.


(ALIYAHMU MEDIA-SISKA FADHILATUL L)*
*Ketua IPM MAM Watulimo Periode 2017-2018

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.