SIDA IPM JATIM: Muhammadiyah Butuh Kader yang Kompeten
SIDA IPM JATIM: Muhammadiyah Butuh Kader yang Kompeten

SIDA IPM JATIM: Muhammadiyah Butuh Kader yang Kompeten

SIDA_IPM_JATIM:Muhammadiyah_Butuh_Kader_yang_Kompeten
Sabtu, 11 Nopember 2017, Ayahanda Imam Muslihudin mewakili Ketua PDM Trenggalek, Drs. Rohmad M.M dalam acara pembukaan Silaturahim Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (SIDA IPM) Jawa Timur se-FOKADA MUNAWIR. Dalam sambutannya ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah butuh kader yang berkompeten untuk menjalankan Amal Usaha Muhammadiyah.

Acara Silaturahim Daerah yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Nopember 2017 tersebut bertempat Di SMKM Watulimo. Secara umum acara tersebut berlangsung lancar, meskipun beberapa agenda acara tidak dapat dilaksanakan karena kendala cuaca.

Acara ini diawali dengan sambutan Ketua Bidang Organisasi PW IPM Jawa Timur, Muhammad Manu, yang kemudian dibuka secara resmi oleh Ayahanda Imam Muslihudin. Dalam sambutannya, Ayahanda Imam Muslihudin mengungkapakan bahwa jangan pernah brisau dalam ber-Muhammadiyah.

"Jangan kawatir tidak dapat pekerjaan kalau menjadi kader Muhammadiyah" ujar Bapak Imam. Baginya, Muhammadiyah ini butuh kader yang berkompeten dibidangnya untuk menjalankan Amal Usaha Muhammadiyah.

Karena sampai dewasa ini Amal Usaha Muhammadiyah menjadi salah satu roda penggerak organisasi. Utamanya untuk membiayai seluruh agenda dakwah persyarikatan dan menjadi kantong- kantgong kader potensial dan kompeten.

"Hal ini penting agar nantinya AUM tidak dijalankan oleh seorang yang bukan kader muhammadiyah." Tuntas Anggota PDM Trenggalek tersebut.

Acara ini merupakan rangkaian acara Ke-3 dari pelaksanaan Program Kerja Silaturahim Daerah oleh Bidang Organisasi PW IPM Jawa Timur. Sebelumnya acara serupa juga telah sukses diselenggarakan pada FOKADA Madura Raya di Sampang dan FOKADA Tapal Kuda di Lumajang.


(ALIYAHMU MEDIA-BRILLIAN F)*
*Pimred Aliyahmu Media

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.