Korupsi dan Masyarakat Alit dalam persaingan Ekonomi
Korupsi dan Masyarakat Alit dalam persaingan Ekonomi

Korupsi dan Masyarakat Alit dalam persaingan Ekonomi

Korupsi_dan_Masyarakat_Alit_dalam_persaingan_Ekonomi
Apabila kita berbicara tentang perekonomian masyarakat Indonesia, tentunya keadaan ekonomi masyarakat kita masih jauh dari target yang semestinya. Hal ini dapat dilihat dari peliknya permasalahan ekonomi yang terjadi pada masyarakat menengah ke bawah serta rendahnya tingkat kesejahteraan mereka.

Contoh nyata yang dapat kita lihat tentang problem ekonomi atau masyarakat Jawa sering menyebutnya dengan "angel golek sadhang pangan" adalah melonjaknya harga bahan pokok, ketatnya persaingan industri serta menyempitnya lapangan pekerjaan. Bahkan yang paling mencolok adalah pasar tradisional kini yang semakin sepi peminat, hal ini merupakan masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat terutama pada golongan masyarakat alit. Sebab bagaimanapun tumpuan utama mereka berada di pasar tradisional guna untuk bertahan hidup.

Dengan adanya permasalahan ekonomi tersebut, seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk turun tangan menyelesaikanya. Namun kenyataannya saat ini hanya janji manis dan kalimat peredam amarah masyarakat saja yang disampaikan pemerintah atau bahkan tanpa ada realisasi sama sekali. Ketika ditanya mengapa harga bahan pangan melonjak naik? jawabannya pasti bisa ditebak, "karena ada mafia bahan pangan", "persediaan bahan pokok yang menipis" serta jawaban - jawaban lain sebagai alibi.

Yang paling membuat masyarakat geram adalah ditengah sulitnya perekonomian, mengapa masih ada saja pejabat pemerintah yang tersandung kasus korupsi? Tak tanggung-tanggung bahkan dana yang digelapkan mencapai ratusan juta hingga trilyunan. He he, bukankah  ini termasuk perampasan hak rakyat? Hal ini mestinya merupakan PR besar bagi negara kita, dimana pemilihan pejabat negara sangatlah berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Jika para pejabatnya saja gemar merampas hak rakyat, maka tidak heran bila banyak masyarakat yang mencuri, menyuap serta menipu orang lain, karena masyarakat berulah karena ada yang dicontoh.

Seharusnya pemerintah memberikan contoh yang baik serta memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Namun fakta yang kita temui di lapangan, semakin hari masyarakat bukannya semakin sejahtera, akan tetapi semakin sering menghadapi masalah pelik perekonomian. Apalagi masalah politik yang tak kunjung reda, drama kasus korupsi yang terus bergulir di persidangan, ancaman disintegrasi bangsa serta inflasi kebutuhan primer yang tak dapat dicegah. Bukannya kami bermaksud menyalahkan pemerintah, akan tetapi bila hal ini terus terjadi bagaimanakah masyarakat menengah ke bawah bisa bisa bertahan? yang perlu kita ingat adalah Indonesia bukan saja terdiri dari masyarakat Elit yang hidup serba mewah, sebagian besar masyarakat kita adalah golongan Alit yang belum tentu bisa bertahan ketika terjadi krisis dan tantangan ekonomi seperti saat ini.

Langkah pencegahan dan pencarian solusi dalam aksi nyata adalah hal yang wajib dilakukan oleh pemerintah untuk saat ini. Sebab janji-janji tanpa bukti adalah omong kosong bagi masyarakat didalam tong kosong. Malah semakin majunya teknologi membuat masyarakat semakin kritis dan cerdas dalam menanggapi pemberitaan. Oleh karena itu pemerintah harus lebih pintar dalam mengatur sistem, agar kritikan serta demonstrasi dari masyarakat dapat diminimalisir, serta permasalahan pelik ekonomi bisa segera diatasi. Kesejahteraan masyarakat, tingginya pendapatan perkapita dan rendahnya tingkat pengangguran merupakan tolak ukur untuk menjadi negara maju. Maka apabila kita menginginkan Indonesia maju, bukan hanya pemerintah saja yang harus berjuang, namun semua elemen warga bangsa ini.


(ALIYAHMU MEDIA-NOVA TRI REJEKI)*
*Juara 1 Lomba Karya Tulis Aliyahmu.com

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.