Siswa MAM Watulimo: "Aku Rela Bekerja Demi Cukupi Kebutuhan Pendidikanku"
Siswa MAM Watulimo: "Aku Rela Bekerja Demi Cukupi Kebutuhan Pendidikanku"

Siswa MAM Watulimo: "Aku Rela Bekerja Demi Cukupi Kebutuhan Pendidikanku"

Siswa_MAM_Watulimo:"Aku_Rela_Bekerja_Demi_Cukupi_Kebutuhan_Pendidikanku"
MA Muhammadiyah Watulimo adalah sekolah jenjang SLTA ku saat ini. Sekolah ini merupakan satu-satunya mdrasah aliyah yang ada di  Watulimo, kecamatan dimana naku dilahirkan. Sebenarnya bersekolah di madrasah ini bukan tujuanku yang pertama. Dulu tujuanku pertama setelah SLTP adalah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di luar Watulimo. Namun keinginan tersebut harus ku urungkan karena faktor ekonomi. Jadi MA Muhammadiyah Watulimo ini bisa jadi hanya sekolah pelampiasanku.

Aku berharap dengan bersekolah di MAM Watulimo dapat mengurangi beban ekonomi keluargaku yang hanya pas-pasan bagi ukuran keluarga mampu. Namun setelah sekitar 3 bulan aku bersekolah di madrasah ini, ada hal yang sangat berbeda aku alami. Seperti uang sakuku banyak yang dikurangi oleh ibu, bahkan terkadang aku tidak dikasih jajan ketika berangkat ke sekolah. Hal tersebut membuatku berfikir. "jika aku terus tidak dikasih uang saku bagaimana aku bisa beli bensin dan juga pulsa untuk berkomunikasi dengan teman-temanku di kelas" begitu fikirku ketika itu. 

Aku berfikir dan terus berfikir bagaimana jika bersekolah sambil bekerja. Hal itu terbayang agar aku sekedar bisa memiliki uang saku untuk beli bensin berangkat sekolah dan pulsa seperti teman-teman lainnya. Suatu ketika kakak sepupuku memberi kabar bahwa ada lowongan kerja dibidang jasa fotocopy. Tempat itu membutuhkan karyawan dengan sistem kerja paruh waktu. "Tepat dengan apa yang saya fikirkan" begitu batinku dalam hati. Langsung saat itu aku memberikan nomer HP ku agar bisa dihubungi oleh pemilik tempat usaha tersebut. 

Masih teringat, tepatnya hari Minggu aku mulai masuk kerja. Saat itu kerjaannya bukan sembarang bekerja, karena harus melalui pembelajaran. Aku diajari cara memfotocopy hingga membendel buku dan lainya. Layaknya seperti sedang bersekolah saja dan membutuhkan konsentrasi serta ketelitian tingkat tinggi.

Aku bekerja mulai jam 16.00 hingga pukul 21.00, kadang sampai jam 00.00 dan harus mengorbankan seluruh waktu belajarku di rumah demi mengurangi beban ekonomi keluargaku. Saat bekerja teman-temanku berfikir, kerjaku ini kerja yang mudah, padahal tidak semudah yang difikirkan mereka. Berbagai macam kendala cukup banyak aku alami saat sedang bekerja. Mulai dari mendapat cemooh dari pelanggan karena kurang cepatnya saya melayani mereka atau ada pekerjaan yang sudah waktunya di ambil tapi belum selesai serta masih banyak lagi cerita pilu lainnya. 

Kalau pulang kerja terlalu larut malam tak jarang aku dimarahi oleh orang tuaku. Pekerjaan rumah juga jadi berantakan, seperti waktunya mencuci baju, menyetrika dan lain-lain, karena aku gunakan waktunya untuk bekerja jadi semua tak terurus di rumah. Berangkat ke sekolah jadi kesiangan karena pulang kerja yang terlalu larut malam dan saat di sekolah seringkali tubuh terasa lelah karena waktu istirahat berkurang krena bergadang kerja.

Aku berfikir, ingin rasanya berhenti bekerja dan bisa fokus belajar atau bisa liburan bersama teman-teman. Sebab waktu libur sekolohpun, seperti tanggal merah dan hari libur sekolah lainnya aku tetap bekerja. Bayangkan itu selalu terbersit dalam benakku, namun jika aku berhenti bekerja, bagaimana nasibku nanti, yang jelas aku tidak akan memiliki uang saku untuk sekolah atau aku harus berhenti naik motor karena tidak ada uang bensin. Walaupun gajiku juga tak seberapa dan hanya cukup untuk uang saku saja, namun aku juga ingin seperti teman-temanku yang dibelikan HP canggih dan memiliki laptop ataupun netbook oleh orang tuaku. Namun jika aku meminta kepada orang tuaku itu pasti tidak akan dibelikan. Karena kesadaran itulah mulai saat awal kerja aku menyisihkan separuh gaji perbulanku untuk ditabung, harapannya ya untuk membeli HP canggih dan laptop atu netbook.

Sampai pada akhirnya gaji perbulan yang ku sisihkan dapat terkumpul dan aku bisa membeli HP android dan netbook, meskipun keduanya hanya bisa kubeli dalam keadaan bekas. Maklum saja uang yang terkumpul juga tak seberapa banyak, karena juga harus memenuhi kebutuhanku sendiri seperti membeli bensin, pulsa, merawat motorku serta untuk kebutuhanku pribadi lainnya.

Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah lebih dari 2 tahun aku sekolah sambil bekerja paruh waktu. Semuanya berjalan begitu saja, tanpa ada kendala berarti, walaupun dibeberapa hal harus banyak yang ku korbankan selama 2 tahun lebih ini. Dan hingga hari ini aku tetap bersekolah sambil bekerja tanpa ada rasa malu sedikitpun di dalam diriku.


(ALIYAHMU MEDIA- FENDI WAHYU DESTRIANTORO)*
*Siswa Kelas XII IPS MAM Watulimo, Ia sosok siswa yang berfikir dewasa. Dengan tulisannya ini ia dikenal dengan sebutan "Pendi Nuliso".

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.