3 Penyebab Pasar Sebo Tak Menarik Lagi
3 Penyebab Pasar Sebo Tak Menarik Lagi

3 Penyebab Pasar Sebo Tak Menarik Lagi

3_Alasan_Pasar_Sebo_Tak_Menarik_Lagi
Pasar Sebo merupakan pasar tradisional yang terletak di Desa Slawe, Kecamatan Watulimo. Jika memang pingin lebih kelihatan kekinian silakan lihat di Google Maps. Dari dulu hingga sekarang, Pasar Sebo merupakan pusat perekonomian masyarakat dari seluruh penjuru desa se-Kecamatan Watulimo bagian utara. Maju atau tidaknya perekonomian di daerah tersebut dapat dilihat dari perkembangan dan jumlah pengunjung pasar ini.

Pasar yang berada di perempatan strategis ini aktif pada hari hitungan jawa, yaitu wage, pahing, legi. Tidak ada yang tahu pasti kenapa hari itu dipilih, mungkin menurut orang jawa di sekitaran Sebo, hari-hari tersebut adalah hari yang penuh rizki.

Jika sudah memasuki hari pasaran tersebut maka denyut pasar sebo sudah mulai terlihat bahkan mulai dinihari. Para petani juga menjual hasil kebunnya dipasar tersebut, seperti cengkeh, kapulaga, durian, rambutan, salak  dan masih banyak lagi hasil bumi lainnya. Bahkan pasar itu juga nampak ramai mendekati waktu sore, pedagang panganan banyak yang menjajakan dagangannya saat itu, dan tidak ada istilah hari pasaran jika sore.

Saat ini Pasar Sebo agak berubah. Dulu jika mau lewat Pasar Sebo begitu sulit bahkan harus rela macet saking banyaknya antrean mobil dan motor yang menaikkan dan menurunkan dagangan serta banyaknya pengunjungt yang lalu lalang. Ketika penulis melakukan wawancara dengan warga sekitar beberapa waktu lalu, banyak dari merka yang berkisah bahwa Pasar Sebo tak semenarik dulu.

"dulu sebo itu idola, semua berkumpul di Pasar Sebo untuk melakukan jual beli, tapi sekarang orang itu pada males, males karena tidak punya uang untuk belanja dan males karena sudah ada tukang sayur yang berkeliling kerumah- rumah".

Bagi penulis ada beberapa alasan untuk menjawab, mengapa kondisi Pasar ini tak seramai tahun- tahun sebelumnya. Pertama, pertanian atau hasil bumi sedang tidak bergeliat baik beberapa tahun terakhir, sehingga para petani tidak mempunyai hasil pertanian yang cukup untuk dijual. Kedua, harga barang hasil bumi dari petani begitu murah, sehinga semangat petani untuk menjual hasil taninya sangat rendah. Jadi pilihannya adalah mereka lebih memilih tidak menjualnya atau terpaksa menjualnya dengan harga yang sangat murah. Ketiga, sebagian warga malas untuk ke pasar karena sudah disediakan oleh tukang sayur yang sering berkeliling untuk menjajakan dagangannya. Sehingga membuat ibu rumah tangga enggan untuk berangkat dan belanja ke pasar dan pergi ke pasar.

Harapan dari warga sekitar, semoga alam segera bebaik hati kepada warga. Sehingga hasil bumi dapat kembali melimpah dan Pasar Sebo kembali jadi primadona warga Watulimo. Sebab bagaimanapun perkembangan perekonomian warga di sekitaran Watulimo tidak terlepas dari geliat dan keramaian Pasar Sebo.


(ALIYAHMU MEDIA-UMMU HABIBARTUS S)*
*Juara III Lomba Karya Tulis Aliyahmu.com

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.