Undang PW IPM Jatim, MAM Watulimo Tolak Rayakan Valentine Day
Undang PW IPM Jatim, MAM Watulimo Tolak Rayakan Valentine Day

Undang PW IPM Jatim, MAM Watulimo Tolak Rayakan Valentine Day

Undang_PW_IPM_Jatim,MAM_Watulimo_Tola_ Rayakan_Valentine_Day
Minggu 11 Februari 2017, PR IPM MAM Watulimo mengadakan kegiatan Kajian bertajuk "Say No To Valentine Day". Bertempat di komkpleks perguruan Muhammadiyah Kauman, kajian tersebut dihadiri oleh berbagai delegasi peserta dari sekolah Muhammadiyah tingkat menengah se-Watulimo.

Dalam agenda tersebut panitia mengusung tema "Sinergitas Pelajar Islam Berkemajuan Tanpa Etik Westernisasi Di Era Modern". Denok Ayu Adilla selaku Anggota Bidang PW IPM Jawa Timur menjadi narasumber tunggal dalam kajian tersebut. Pembukaan dimulai pukul 08.30, yang dihadiri oleh kepala madrasah, Bapak Mutoyo.

Kajian Say No To Valentine Day merupakan salah satu Proker Bidang KDI Periode 2017/2018. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk aksi peduli moral pelajar Islam dan usaha untuk menguak sisi valentine day yang sering dirayakan tersebut, baik dari sejarah, sisi buruk dan ruginya serta pandangan dalam Islam terhadap Valentine. Selain itu untuk merekatkan tali silaturrahmi IPM Se-Watulimo.

"Disini saya berharap adanya sinergi atau saling kerjasama dalam membentuk pelajar Islam yang sebenar-benarnya dan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam berdakwah, khususnya untuk lingkup pelajar" kata Siska, Ketua IPM MAM dalam sambutan pembukaan.

Pada acara pembukaan tersebut juga dihadiri ketua PC IPM Watulimo dan Kepala MAM Watulimo yang membuka acara pagi itu. "Valentine day adalah hari kasih sayangnya umat nasrani dalam bentuk hal yang tidak layak dilihat" ungkap Dimas,ketua PC IPM watulimo.

Dalam kajian ini, Kepala MAM Watulimo juga mengharapkan supaya siswanya lebih berani lagi dalam mengajak peserta."Saya berharap akan lebih banyak dan lebih berani menggait pelajar yang notabene tidak hanya untuk pelajar Muhammadiyah saja, melainkan seluruh pelajar Islam di watulimo, agar mereka turut memahami kesalahan valentine ", ujar Bapak Mutoyo.

Beliau juga sangat mengapresiasi atas gebrakan yang dilakukan oleh IPM mulai ditingkat ranting hingga pusat, dalam menolak Valentine Day. Serta upaya save moral pelajar ditengah pengaruh westernisasi. "anda adalah garam, meski sedikit tapi berpengaruh bagi rasa (baca:orang banyak)"ungkap beliau mengakhiri sambutannya.

Setelah acara pembukaan usai, kegiatan dilanjut dengan kajian. Dalam kajian tersebut Ipmawati Denok Ayu Adilla menegaskan bahwa Valentine Day sekarang berubah menjadi hari Penuhanan Hawa Nafsu. Diawali dengan menukil kisah sejarah, kemudhorotan serta pandangan Islam mengenai acara Valentine. Sebenarnya Valentine day tidaklah sepenuhnya salah, melainkan tradisi didalamnyalah yang sangat salah. Sebab ada propaganda kaum Missionaris, pembenci Islam, agar generasi Islam menjadi rusak.

"Dizaman milenial dengan arus westernisasi dan liberalisme seperti saat ini, Al Qur'an dan Al Hadis adalah pegangan yang tepat. Serta kita harus pandai menyibukkan diri dengan hal kebaikan dan harus pandai dalam memilih dan memilah teman" pesan saudari Denok mengakhiri penjelasan materi kajian saat itu.

Kajian diakhiri dengn sesi tanya jawab seputar Valentine Day, maupun sekedar sharing mengenai IPM. Pukul 11.00 acara tersebut berakhir, ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama seluruh peserta bersama pemateri.


(ALIYAHMU MEDIA-SISKA FADHILA)*
*Ketua Redaksi aliyahmu.com

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.