Belajar, Mau Cari Apa?
Belajar, Mau Cari Apa?

Belajar, Mau Cari Apa?


APA YANG “SEBENARNYA” KALIAN CARI DARI BELAJAR?

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas manusia, semua negara di belahan bumi ini sepakat jika pendidikan adalah kunci keberhasilannya. Sebab melalui pendidikan akan terjadi proses internalisasi ilmu pengetahuan serta proses pelestarian budaya bangsa yang akan membangun peradaban. Ilmu pengetahuan adalah sebagian kecil kekuatan maha dasyat yang dimiliki Allah dan berusaha dikorek oleh manusaia. Melalui kemampuan imajinasi serta inovasi manusia, maka ditemukanlah serpihan ilmu Tuhan tersebut, seperti halnya: Ilmu perhitungan, hukum fisika, gejala bumi, jagad raya, proses pergerakan sosial manusia dan lain sebagainya. Selain itu melalui pendidikan kebudayaan maka peradaban dan karakter bangsa akan terbangun dan terlestarikan. Tentu kita masih ingat di zaman penjajahan, saat semua aspek kehidupan mulai pemerintahan, system social masyarakat hingga arsitektur bangunan semua menganut budaya Barat. Semua itu tidak lepas dari kebijakan Belanda yang mengedepankan penanaman sikap dan culture barat dalam model pendidikannya. Jadi singkatnya jika masih berkeinginan untuk mempertahankan identitas dan karakter bangsa maka pendidikanlah satu- satunya motor untuk menjalankannya.

Menurut penulis setidaknya ada tiga aspek penting yang merangkai pendidikan di wilayah pembelajaran. Ketiga elemen tersebut adalah, guru, siswa dan kurikulum. Pertama guru, Tentu kalian masih ingat peristiwa bom atom, serangan dari sekutu yang memporak-porandakan dua kota industri Jepang, Hirosima dan Nagasaki di bulan Agustus 1945. Peristiwa yang menelan setidaknya 129.000 jiwa dan membuat Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu (AS). Dalam serangan tersebut kehancuran luar biasa diderita Jepang, baik secara materiil maupun emosional. Namun yang menjadi perhatian kaisar Jepang saat itu, bukan upaya balas dendam atau secepatnya membangan kota, tetapi beliau menanyakan berapa banyak guru yang tersisa di kedua kota, sebab baginya bangsa yang maju hanya akan tercapai dengan peningkatan kualitas guru. Jelas fakta sejarah tersebut menujukkan bahwa peran guru mejadi sangat berharga. Karena peran guru tidak bisa digantikan dengan alat apapun, ia dengan semangat mencerdaskan dan ketulusan dalam benaknya hanya berkeinginan untuk memberikan yang terbaik bagi siswa. Guru melalui semangat paedagogiknya akan berusaha memberikan segenap ilmu dan contoh budi pekerti yang baik untuk mempertahankan eksistensi budaya bangsanya. Ia adalah jembatan ilmu dari generasi kegenerasi, ibarat rantai yang akan terus menghubungkan satu bagian ke bagian yang lain dan terangkai ke titik pangkal yang tak berujung.

Unsur yang kedua dalam pembelajaran adalah siswa. Tuhan menciptakan bumi sebagai wadah manusia untuk berkespersi dan mengelolanya. Tentu kemampuan alami bawaan manusia sangat terbatas jika tanpa berfikir dan berilmu. Sehingga sangat mustahil jika selama manusia mendiami bumi ini kemudian tidak berfikir untuk saling mewariskan ilmu dalam silsilah genarasi umat manusia. Dapat diambil pengertian bahwa siswa adalah bagian utama dalam pendidikan. Sebagus apapun guru yang mengajar namun tanpa diimbangi dengan niat baik dan keinginan kuat dari siswa maka akan sangat sia-sia peran yang dilakukan guru tersebut. Sebab siswa ada hakikatnya karena membutuhkan ilmu, dengan kata lain siswa hadir untuk pendidikan itu sendiri dalam upaya merubah wajah dunia di generasi yang akan datang.

Ketiga adalah kurikulum, tentu terkesan lucu jika dalam matematika kita diuji untuk mengerjakan perkalian sebelum mengerti tentang penjumlahan, atau merupakan hal yang mustahil seorang anak disuruh untuk membuat puisi sedangkan ia sama sekali belum diberikan bimbingan tentang membaca. Sehingga dibentuklah seperangkat susunan bahan ajar yang membingkai materi dan sintaks pembelajaran yaitu disebut kurikulum. Kurikulum berperan sebagai perangkat pembelajaran, tentang tujuan, isi, konten, bahan pembelajaran yang dapat menjadi acuan guru dan unsur pendidikan lain untuk memberikan layanan pengajaran kepada siswa. Dalam hal ini kurikulum merupakan barang wajib yang menentukan kompetensi dan capaian dalam proses pendidikan. Kualitas dan kuantitas materi yang dipelajari siswa dalam proses pembelajaran bergantung dari penataan kurikulumnya.

Unsur diluar ketiganya dan tidak pernah terpisahkan  adalah lingkungan. Lingkungan adalah hamparan dimana manusia berada. Melalui dukungan lingkungan yang nyaman dan tenang maka akan lebih mudah guru dan siswa untuk saling berinteraksi. Sebab karakter dan sifat manusia akan tumbuh senantiasa terbawa oleh lingkungan ia tinggal. Jika lingkungan tidak mendukung manusia untuk melakukan aktifivas belajar maka ia akan sangat kesulitan untuk mencerna ilmu yang disandingkan. Sedangkan dukungan lingkungan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran akan membuat manusia cepat untuk berakselerasi dalam imajinasi dan kreativitas berfikir.

Jika dibaratkan semua unsur tersebut seperti halnya jamuan makan malam. Siswa adalah orang yang memesan hidangan untuk dinikmati sedangkan guru merupakan koki yang mengolah berbagai menu dari bahan kurikulum yang telah disediakan dan suasana nyaman adalah lingkungan proses belajar mengajar yang mendukung. Sehingga bahan yang sesuai dengan cita rasa pemesan ditambah dengan kemampuan koki dalam mengolahnya maka akan menghasilkan hidangan istimewa untuk dinikmati ditambah suasana nyaman akan semakin menambah semangat menikmati hidangan.

Sehingga jika dalam diri kita mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh pendidikan yang layak maka mari dicermati kembali sebenarnya apa yang ingin kita capai. Akankah kita ingin memilih hidangan yang disajikan dalam kondisi yang tidak nyaman, misalnya banyaknya pelanggan yang dilayani sampai- sampai pesanan tidak teratur dan asal-asalan, atau hidangan yang disajikan ditengah kumpulan orang yang merokok dengan asap diseluruh ruangan hingga terasa sesak. Jadi meskipun hidangan tersebut terasa nikmat tapi jika disajikan pada kondisi sedemikian rupa tentu akan berbeda kepuasan yang didapatkan. Seperti itulah pembelajaran, selain tiga aspek yang telah disebutkan diatas maka peran lingkungan dan kondisi social sekolah begitu sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menerima ilmu dari sang guru.

Setiap manusia berkeinginan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan bangsa ini mengharapkan generasi yang berkomitmen untuk membawanya kearah kemajuan. Yaitu mampu mempertahankan nilai dan budaya bangsa, mampu menguasai ilmu seluas- luasnya dan beradab sesuai dengan tuntunan agama. Bagi kalian yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya namun ada unsur lain yang membuat kalian memilih sekolah tertentu selain unsur diatas, maka hal tersebut adalah pandangan indah tidak sesui kenyataannya. Bagai melihat gunung dari kejauhan, indah dipandang dan di angan namun tidak begitu kenampakan yang sebenarnya. Selamat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Yang akan membawa kalian menuju keberhasilan bukan teman- temanmu, bukan uang sakumu, bukan nilai ijazahmu atau jurusanmu bahkan bukan karena tampang elokmu namun Ketekunanmu lah yang akan membuat kalian meraih keberhasilan dan kebanggaan.

OLEH: Taufik Hidayat, A.S. S.Pd

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.
Previous
This Is The Oldest Page