Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Pemerataan Pendidikan di Indonesia


Menurut kalian apa arti dari “Indonesia merdeka”? Jawaban yang palinh banyak adalah bebas dari penjajahan. Meskipun kita bebas dari jajahan tapi banyak dari masyarakat Indonesia yang masih belum dapat merasakan kebebasan sebenar-benarnya. Bebas bukan berarti tanpa batas. Banyak dari masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas dari pemerintah pemerintah. Misalnya listrik, pendidikan memadai, dan infrastruktur jalan mudah. Saya sebenarnya tidak mau menyingung persoalan belum meratanya hak-hak warga negaara, namun keadaan yang membuat saya ingin menuliskannya.

Negara kita luas, banyak pulau-pulau besar dan kecil yang terbentang dari sabang sampai merauke. Populasi penduduknya juga banyak, sekitar 250.000.000 penduduk. Potensi sumber daya alam sangat melimpah, meminjam istilah dari musisi Koes Plus, "Orang bilang tanah kita tanah syurga",  menyiratkan bahwa di tanah indonesia terhampar daratan subur dan menyimpan kekayaan tambang mineral. Namun meski begitu, belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Katakanlah, jika kekayaan sumber daya alam ini melimpah, namun masih ada yang terabaikan, contohnya pendidikan.

Hampir semua sumber daya alam kita di eksploitasi oleh orang asing. Kenapa? Karena kita tidak mampu mengolah sumber daya alam kita sendiri. Kita lihat di wilayah Indonesia timur, banyak berdiri perusahaan-perusahaan tambang besar, misalnya Freepot. Namun, apa untungnya bagi kita? Meskipuan berdiri tambang–tambang besar, namun di sana masih banyak orang –orang kita yang terbelit dalam kemiskinan.

Coba kita bandingkan, Indonesia barat dengan Indonesia timur. Pasti kalian semua sudah tahu, perkembangannya lebih pesat di wilayah barat. Kenapa? Karena lebih mendapat perhatian pemerintah. Padahal, potensi yang besar itu di wilayah timur. Seharusnya pemerintah itu adil dalam pembangunan wiayah, agar perkembangan daerah itu seimbang.

sekolah adalah penunjang pendidikan untuk masa depan. Jika sekolah di bangun dengan fasilitas-fasilitas yang memadai, pasti ada banyak anak-anak yang bisa bersekolah. Namun, yang tidak kalah penting ialah infrastruktur jalan yang menuju ke sekolah harus baik. Agar para murid tidak kesulitan untuk menuju ke sekolah.

Masalah perekonomian di Indonesia ialah karena Indonesia bergantung pada perekonomian internasional. Pada saat perekonomian Internasional turun, maka indonesia akan terkena imbas dari penurunan itu. Jika kita bisa bersatu untuk membangun perekonomian tanpa harus ada korupsi maka hal tersebut tidak akan terjadi.

Beberapa bulan lagi kita akan masuk dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) tentu saja hal ini akan menjadi persaingan bagi masyarakat ASEAN untuk mencari pekerjaan di luar daerah negaranya khususnya asia tenggara. Bagi masyarakat Indonesia itu adalah ancaman yang besar karena SDM di Indonesia masih kurang mampu bersaing. Hal ini juga akan menambah pengangguran di golongan bawah.

Dalam hal ini saya kira pemerintah terlalu berani mengambil keputusan tanpa memperhatikan rakyat golongan menengah ke bawah. Hal tersebut memang akan memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun dalam sisi lain pengangguran akan meningkat karena wilayah kerja mereka akan dikuasai oleh tenaga kerja asing yang lebih profesional. Oleh karena itu pemerintah diwajibkan untuk memperhatikan pendidikan dan kreatifitas agar masyarakat dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.

Tahun ini pemerintah mewajibkan ujian berbasis komputer ke seluruh sekolah. Itu memang baik, karena kita berada di zaman modern. Di mana semuanya dikerjakan oleh komputer tanpa merepotkan manusia. Ketika saya mendengar bahwa uijian berbasis diharuskan ke seluruh sekolah, pikiran saya langsung ke saudara-saudara kita di pelosok negeri ini yang tanpa listrik. Ketika tidak ada listrik di daerah itu maka komputer tidak bisa dinyalakan.

Harga barang-barang semakin mahal karena infrastruktur kurang memadai. Disana kita mengukur berapa panjang jalanan beraspal, beda dengan daerah kita yang hampir seluruh jalan ditutupi dengan aspal. Kita bisa menghitung berapa orang yang mempunyai kendaraan bermotor, bukannya mereka tidak mau membeli kendaraan tetapi karena harganya cukup mahal dan kendaraan pun hanya bisa ditemukan di daerah kota.

Kita lihat saudara kita perbatasan malaysia tepatnya kalimantan barat, mereka bertransaksi menggunakan mata uang ringgit. Apa yang anda banyangkan ketika mendengar hal itu? Mereka menggunakan mata uang ringgit karena nilai kurs ringgit lebih tinggi dari pada rupiah. Mereka menjual barang hasil pertanian pun ke malaysia, karena jarak kampung mereka ke kota itu lebih jauh daripada ke perbatasan. Saya tidak menyalahkan dengan apa yang mereka lakukan dan saya juga tidak bisa memaksa mereka untuk memakai rupiah. Mereka mengenal indonesia saja sudah beruntung, jadi jangan memaksa mereka ketika kita tidak bisa memberi apa yang mereka butuhkan.

Yang saya pertanyakan, apakah pemerintah tidak melihat rakyatnya di pelosok ketika mewajibkan seluruh sekolah untuk ujian berbasis komputer. Apakah mereka hanya melihat keadaan di kota saja? Semoga tidak, semoga mereka bisa memberikan apa yang terbaik untuk seluruh rakyatnya.

OLEH: DADE (Siswa kelas XII)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.