GUMAMAN HATI:Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan
GUMAMAN HATI:Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

GUMAMAN HATI:Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

GUMAMAN HATI:Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Aku akan tetap hidup walau aku tak di harapkan hadir. Aku juga masih punya harapan walau harapanku semu. Ketika aku melihat langit menengadah seraya mengucapkan janji. Antara kebaikan dan keburukan aku harus tetap hidup. Dunia harus tau bahwa itu aku.

Aku berharap nanti dunia melihatku, dunia menganggapku ada, dunia mengingatku, dan dunia tau bahwa aku hebat. Janji akan sebuah kesucian jiwa aku berharap janjiku bisa kutepati. Sebelum akhir perjalanan hidupku, akhir dari segala bentuk ujian dan akhir dari harapan yang tak terwujud.

Sebuah perjuangan yang tak pernah ada habisnya sebelum ajal menghampiri. Aku selalu terpojok oleh omongan – omongan yang menurutku tak penting dan diam adalah hal yang menyenangkan. Aku  bukan orang introvert yang anti social tapi diam mungkin bisa menjenihkan pikiran dari virus – virus alay. Diam bukan berarti tak mengerti tapi diam itu menandakan sedang berfikir.

Perjalanan hidup tak akan semulus seperti yang kita bayangkan. Apalagi masa saat mencari jati diri itu yang paling sulit, kenapa ? Itu yang menjadi tanda tanya besar diotak kita.

Masa mencari jati diri  masa dimana kita suka banget coba – coba. Ada yang menarik dicoba, ada lagi yang lebih menarik dicoba bahkan yang sama sekali tidak menarikpun dicoba. Itulah kita, sukanya coba sana coba sini. Pada masa ini banyak sekali rintangan yang akan kita hadapi, mulai yang berasal dari kita sendiri maupun yang berasal dari orang lain.

Coba kalian intropeksi dulu apa yang berubah dari diri kalian mulai yang sederhana saja seperti anggota tubuh misalnya. Mulai tumbuh dewasa kita akan mulai tau apa saja yang menjadi tren sekarang, dan tanpa ketinggalan juga kita pasti akan mengikuti trend itu walaupun menyalahi aturan dalam islam. Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

“مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ”


Barangsiapa yang meniru-niru (perbuatan) suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”. (lihat Shohih Abi Daud: 3401).

Dalam sabda di atas kita dapat berkesimpulan, bahwa seperti kebanyakan sekarang, budaya kafir semakin merajalela dan tak mungkin bisa terbendung arusnya. Jika kita mengikuti budaya tersebut bukakankah kita juga termasuk orang kafir juga. Naudzubillah. Semoga Allah tetap melindungi kita.

Ada lagi pernah pada suatu ketika saya berdebat dengan anak kecil, padahal itu hanya perihal sepele. Tapi perkataannya sangat menyayat hati. Itu tentang diri saya yang memang tidak sempurna, ya memang di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, saya tau betul itu. Yang saya prihatinkan adalah apa mereka  tidak tau sopan santun ? Apa mereka tidak diajari itu disekolah? Sekolah berlabel agama yang diajarkan mana akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Jika terus melahirkan anak – anak yang seperti itu, mau dibawa kemana bangsa ini, jika generasi penerusnya tak punya adab, sopan santun, dan tak mau menghargai yang lebih tua.

aku tau banyak orang yang membenciku  katakanlah aku itu sok, tak diharapkan hadir di tengah – tengah kalian. Mengubah seseorang memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Pikikanlah hal – hal positif dari sifat “sok” itu. 

Dengan diriku yang apa adanya ini dan yang kalian anggap “sok” itu aku beharap bisa mengubah kalian tanpa kalian sadari. aku tau aku sendiri juga masih banyak kekurangan tapi aku selalu mencoba memperbaiki-nya, sembari memperbaiki diri sendiri juga mencoba meluruskan apa yang seharusnya di luruskan seperti kata pepatah "sekali dayung dua tiga pulau terlampaui".

Harapan yang semu akan menjadi nyata jika kita mengubahnya, seperti mikroskop yang memiliki lensa dan dapat di ubah dari semu ke nyata. Teruslah berharap karena harapan tak pernah salah tapi hanya berharap dan tak mewujudkanya itulah kesalahan yang  terbesar”

OLEH: UMMU HABIBATUS SHOLIHAH (TIMRED ALIYAHMU MEDIA DAN PIMPINAN IPM MAM WATULIMO)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.