Kebahagianku dulu kembali lagi
Kebahagianku dulu kembali lagi

Kebahagianku dulu kembali lagi

Kebahagianku dulu kembali lagi

Namaku Clara, bagiku masa kecil adalah masa yang sangat indah, di mana aku bisa bermain bersama ayah dan bunda, bagiku keluargaku adalah segalanya, aku sangat disayangi, dimanja, apa saja mauku akan diberikan oleh orang tuaku, mereka sering mengajakku pergi jalan-jalan, bahkan ketika bekerja ayah akan mengajakku.

Tapi semua itu kini hanyalah kenangan, ayahku meninggal ketika aku duduk dikelas 2 SMP, aku sangat sedih, apalagi ketika ibuku menjadi sangat sibuk karena ibu menggantikan tugas ayahku di kantor, ibu berangkat pagi hari dan pulang larut malam, bukan hanya tidak ada waktu untukku, tapi setiap ada pertemuan di sekolah ibu selalu menyuruh pembantu kami, aku sangat benci itu.

Sekarang aku sudah kelas IX, selama satu tahun ini aku sangat kesepian, aku jarang berkomunikasi dengan teman-temanku, hingga akhirnya aku bertemu dengan Dinda, dia siswa pindahan, dia sama sepertiku, walau sudah setahun dia sekolah di sini, dia jarang berkomunikasi dengan yang lain, dan hal yang membuatku kaget adalah, dia mendekatiku, dia menawarkan hubungan teman dan aku menerimanya, bagiku tidak salah jika mencoba.

Dinda adalah anak yangg baik, dibalik sikap pendiamnya ternyata dia seseorang yang cerewet, dia sering menginap di rumahku, begitupun denganku yang juga sering menginap di rumahnya, aku sangat senang berteman dengannya, kita sering bercerita dan belajar bersama, dia membuatku lupa akan masalahku dengan ibuku, aku tak ingin kehilangan dia, tak akan kubiarkan orang yang kusayang meninggalkanku.

Hari ini terasa sangat aneh bagiku, ibuku di rumah, dia tidak bekerja bahkan menyiapkan sarapan untukku, ketika kutanya dia malah tersenyum dan bilang akan memberikan hadiah untukku, aku sangat bingung dengan sikap ibu hari ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, tiba-tiba terdengar suara bell dan ibu menyuruhku untuk membukakan pintu sambil tersenyum, ketika kubuka pintu ada hal yang membuatku tak percaya, di sana ada sahabatku Dinda bersama ayahnya, aku mempersilahkan mereka masuk dan duduk dengan perasaan bngung, Dinda, ayahnya dam ibuku tersenyum ke arahku, aku jadi semakin bingung, namun rasa bingungku hilang digantikan perasaan bahagia karna ibuku menceritakan bahwa dia akan menikah dengan ayahnya Dinda.

Aku merasa sangat senang, apalagi ketika aku ingin ibu tidak bekerja lagi dan ia mengangguk. Bagiku ini adalah hadiah istimewa untukku, sangat istimewa, karena hal yang aku rindukan, yaitu bermain bersama keluarga akan kembali, apalagi aku memiliki dinda, akan kuulangi kesenanganku di masa lalu dengan ibu yang sama tapi dengan ayah yg berbeda dan ditambah dengan teman yg istimewa

(KHOIRUL HIDAYAH XI, TIM.RED BID.CERPEN ALIYAHMU MEDIA)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.