Memori Masa Kecil Aisyah
Memori Masa Kecil Aisyah

Memori Masa Kecil Aisyah

Memori Masa Kecil Aisyah

Banyak orang yang bilang bahwa masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan, masa dimana kita bisa tertawa lepas tanpa beban, melakukan apapun tanpa tekanan, serta menjunjung tinggi arti kebersamaan. Namun seiring perjalanan waktu semua rasa itu perlahan memudar, banyak masalah dan rintangan hidup yang datang pada kita, walaupun semuanya telah berubah, tapi kita tak akan akan bisa melupakan memori masa kecil kita.

Seperti halnya Aisyah, ia adalah seorang siswi SMA, yang kini berusia 17 tahun. Ketika itu Aisyah sedang berdiri di depan jendela kamarnya mengamati sisa-sisa tetesan air hujan yang melewati kaca jendela, ia lantas membuka jendela aroma setelah hujan mulai menyeruak, Aisyah selalu suka dengan petrichor baginya itu adalah hiburan tersendiri. Ia menengadahkan kepala, memandang langit yang tampak kelabu setelah turun hujan.

Ketika hendak berbalik tak sengaja ia melihat kotak berwarna biru yang berada di bawah meja, Aisyah berjalan mendekati kotak yang tampak usang itu, kemudian mengambil dan membukanya, di dalamnya terdapat banyak bingkai foto dan barang-barang yang ia simpan sejak SD dulu. Aisyah terus membongkar isi kotak itu hingga ia menemukan sebuah bingkai foto yang menyita perhatiannya, di dalamnya terdapat foto dirinya dan Dea, sahabat semasa kecilnya.

Aisyah teringat pada masa-masa mereka dulu sering bermain boneka barbie, bermain petak umpet, bermain ular tangga, bahkan dulu sering ikut-ikutan anak laki-laki bermain layang-layang dan sepak bola di lapangan dekat rumah. Aisyah membayangkan momen itu sambil senyum-senyum sendiri, namun tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara benda jatuh yang disusul dengan pantulan bola di lantai. Ia lantas membereskan barang-barangnya dan segera bangkit untuk melihat apa yang terjadi.

Sesampainya di luar, Aisyah pun dikejutkan dengan keadaan beberapa perabot di halaman rumahnya yang porak poranda, pecahan pot bunga dan tanaman yang ia tanam berserakan, dan tak jauh dari sana ada sebuah bola yang baru saja berhenti menggelinding. Aisyah menghampiri bola itu dan mengambilnya,"pasti ini ulahnya anak tetangga sebelah" gumam Aisyah dengan jengkel. 

Tak lama kemudian ada empat orang anak yang berjalan menghampiri rumah Aisyah sambil menunduk, "ada apa dek?" Tanya Aisyah berusaha sesantai mungkin. Ke-empat anak itu tampak gelisah, salah satu di antara mereka berbicara dengan ragu,"itu....bolanya” ucapnya ragu sambil menunjuk-nunjuk bola yang di pegang Aisyah. "Jadi bola ini milik kalian?” Tanya Aisyah,mereka mengangguk dengan takut."jadi,siapa yang tadi menendang bolanya?" tanya Aisyah penuh selidik.

Tiga anak itu menunjuk seorang anak bertubuh gempal yang sejak tadi gelisah, Aisyah jadi tidak tega melihat ekspresi mereka, saat ini ia mirip seperti ibu tiri yang sedang menghakimi anak tirinya yang berbuat kesalahan. Aisyah segera menepis bayangan itu kemudian menghela nafas berat, "ya sudah, kalau begitu kalian bantuin beresin kekacauan yang kalian buat,tapi ingat!,lain kali harus lebih hati-hati dan jangan di ulangi lagi" ucap Aisyah tegas. Mereka mengangguk dan segera membereskan semuanya, setelah selesai membereskanya mereka meminta maaf atas kekacauanya dan meminta izin pulang. Aisyah mengangguk ia memaafkan anak-anak itu, toh mereka juga sudah mengaku bersalah dan meminta maaf.

Aisyah memandang punggung ke-empat anak yang mulai menjauh, dari kejadian ini ia teringat satu hal tentang masa kecil, yakni: dulu ketika kita sedang bermain bersama, apabila salah satu di antara kita berada dalam masalah, teman yang lain tak akan lari, walaupun pada awalnya saling menyalahkan, pada akhirnya kita selalu menghadapi masalah itu bersama-sama.
Oleh karena itu,jangan lupakan masa kecil kita karena masa-masa itu adalah kenangan yang tak ternilai harganya.

#AyoBernostalgia

OLEH: NOVA TRI REJEKI (TIM REDAKSI ALIYAHMU.COM DAN KABID BIDANG PIP IPM MAM WATULIMO)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.