Sinergi Bersama Media Online Nggalek.co
Sinergi Bersama Media Online Nggalek.co

Sinergi Bersama Media Online Nggalek.co

Sinergi Bersama Media Online Nggalek.co

Selama ini Madrasah Aliyah Muhammadiyah Watulimo berusaha untuk menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah yang dapat dipercaya masyarakat. Hal tersebut dilakukan manajemen internal melalui berbagai konsep dan strategi, namun terkadang selalu terbentur dengan berbagai kendala. Selama ini beragam kebijakan dan strategi tersebut juga dilakukan juga untuk upaya dalam menciptakan iklim kondusif bagi tumbuh kembangnya madrasah. Wujud dari beragam kebijakan tersebut meliputi pengembangan siswa bidang kesenian, olahraga ataupun ajang olimpiade dan literasi. Kesemua agenda tersebut dijejaki dengan harapan semakin banyak potensi siswa yang muncul ke permukaan, dan mampu membangkitkan semangat mereka untuk memacu kreativitas diri.

Hampir 1 tahun ini beberapa elemen MAM Watulimo berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak yang comited dengan madrasah. Salah satu yang sangat konsen untuk peningkatan mutu MAM Watulimo adalah Trigus dodik susilo, alumnus MAM Watulimo lulusan tahun 2007 yang saat ini konsen penuh di media online asli Trenggalek bernama nggalek.co, ia sekaligus sebagai salah satu owner situs paditren.com, situs jual beli yang menawarkan beragam barang asli khas Trenggalek.

Awal mula relasi antara kami terjalin karena landasan emosional yang begitu kuat antara Trigus dengan Aliyah. Alumnus aliyah 2007 ini pernah "berkelana" hingga luar pulau untuk mencoba keberuntungan, hingga pada akhirnya menemukan kenyamanan di dunianya yang sesungguhnya, dan saat ini jalan hidupnya tertuang dalam kreatifitas ecommerse dan portal berita di dunia maya asli Trenggalek. Faktor emosional ini akhirnya membentuk hubungan khusus antara MAM dan Trigus, meskipun saat ini ia telah sukses membangun kerajaannya yang ia beri nama nggalek.co dan paditren sebagai situs jual beli. Pada akhirnya emosional inilah yang menuntun ia untuk memberikan sebagian relasi dan kemampuan IT nya bagi peningkatan kualitas MAM Watulimo.

Salah satu virus yang ingin ia tularkan ketika masuk di Aliyah adalah mengkombinasikan dunia jurnalistik dan penggunaan IT. Sehingga kendaraan portal berita nggalek.co ia jadikan sebagai motor untuk membantu kami menghidupkan dunia jurnalistik di MAM Watulimo. Hal itu ia yakini karena keunikan yang ia rasakan ketika memandang aliyah, baik ketika ia masih menjadi siswa ataupun ketika ia sudah menjadi alumni seperti saat ini. Akhirnya kerjasama kekeluargaan tersebut berhasil terjalin, melalui balutan nggalek.co.

Kami, ketika itu secara mendadak dihubungi via telpon oleh Trigus, ia menyampaikan bahwa akan membawa sahabat nya yang juga sebagai dosen untuk ke aliyah memberikan materi tentang pengetahuan seputar dunia jurnalistik. Telah lama kami menghubungi para relasi untuk membantu pengembangan madrasah melalui jurnalistik, dan akhirnya kabar yang ditunggu sampai. Meskipun waktu persiapan terbilang mepet, namun kami selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi para relasi yang dengan hati terbuka mau membantu pengembangan aliyah.

Ketika pemateri tiba di sekolah, mereka disambut dengan hangat oleh seluruh jajaran pendidik MAM Watulimo, ketika itu kepala madrasah Bapak Mutoyo, segenap waka beserta guru yang lain langsung menyambutnya. Perbincangan singkatpun membawa kami untuk sedikit mengulas tentang kondisi madrasah dari sudut pandang literasi hingga uniknya siswa aliyah. Salah satu editor senior nggalek.co yang sekaligus dosen bahasa Misbahus Surur yang menjadi salah satu pemateri juga terlihat langsung cair dengan perbincangan ringan bersama dewan guru dan kepala madrasah. Mendekati pukul 11.00 kami mulai mempersiapkan acara singkat pembukaan, dalam acara tersebut yang menjadi MC adalah dari siswa kelas XI hal tersebut agar acara lebih terkesan tidak terlalu formal dan komunikatif. Melalui lembaran CV barulah siswi kelas XI tersebut berkenalan singkat dengan para pemateri, sekaligus ia gunakan untuk pemantapan selama mendampingi pemateri selama memandu jalannya acara.

Acara dibuka langsung oleh kepala madrasah, pembukaan yang dihadiri seluruh siswa MAM dan MTsM itu begitu ramai dan hangat. Bapak kepala madrasah menyampaikan pesannya bahwa di dunia yang serba digital dan terbuka saat ini kita semua harus pintar dan pandai ketika bermedia atau berselancar dengan dunia maya. Sebab menurut beliau, banyak ditemui saat ini media sosial menjadi media saling mempromosikan kejelekan dan kebobrokan moral anak muda. Tidak ketinggalan ia juga memberikan apresiasi kepada pemateri yang telah bersedia memberikan ilmunya kepada siswa Aliyah.

Pemateri memberikan sebagian pengalamannya kepada siswa dengan berusaha berkenalan dan materi ringan ke siswa. Sebab yang didampingi kali ini adalah anak usia SMA, dimama mereka juga masih jauh dari pengalaman tentang dunia jurnalistik. Sehingga Mas Surur memulai isi materinya dengan saling bertanya dan berusaha menggali kesukaan siswa ketika di sekolah. Sesekali ia juga berusaha komunikatif dengan siswa dengan menanyai nama sekaligus berbincang-bincang tentang minat tulis dan bacaan. Strategi yang ia gunakan ini terbukti ampuh, dengan demikian ia mampu melihat potensi siswa dalam dunia tulis, serta melihat pengetahuan siswa tentang buku. Sebab jika membahas tentang doyan baca, pelajar di Indonesia masih sangat jauh tertinggal intensitasnya dalam meluangkan waktu untuk membaca apalagi menulis. Berangkat dari keprihatinan inilah siswa berusaha digali agar nantinya ia mampu menemukan pola yang tepat agar membaca dan aktivitas kepustakawanan menjadi budaya yang menjadi identitas pelajar di Indonesia dan aliyah khususnya.

Kedua pemateri memberikan pengalannya secara bergantian, dan sangat cair sehingga begitu mengesankan. Keduanya sesekali juga mengocok perut siswa dengan beberapa lawakan segar. Lawakan dinilai lebih efektif ketika anak-anak terlihat jenuh dan lemah konsentrasi dalam mendengarkan pemateri. Tidak jarang Trigus juga menceritakan kisah-kisah uniknya tentang pengalaman selama menjadi siswa aliyah. Mas Surur juga menyampaikan bahwa menulis itu adalah kebiasaan dan awali tulisan itu dengan apapun selama itu disukai. Menurutnya soal teknis dan pengetahuan tentang teknik itu urusan kedua setelah membiasakan menulis. Sebab baginya teori tidak akan mampu membumi ketika tidak ada implementasi dan kebiasaan ajek untuk terus berkarya. Disisi lain kedua pemateri juga memberikan motivasi kepada siswa tentang manfaat membaca. Membaca adalah asupan kosa kata dan pengetahuan yang nantinya dijadikan bahan untuk menulis.

Monentum pelatihan tersebut tidak disia-siakan oleh pihak aliyah. Sehingga pelatihan yang berlangsung hampir sehari tersebut juga melibatkan siswa MTsM. Hal tersebut dimaksudkan agar semangat tulis juga menular ke siswa tsanawiyah. Acara tersebut juga turut memperkenalkan situs resmi aliyah, yaitu aliyahmu.com kepada seluruh elemen perguruan Muhammadiyah Kauman. Web yang diprakarsai oleh Trigus tersebut terbukti ampuh untuk mendorong siswa giat menulis. Sehingga diharapkan melalui situs resmi madrasah tersebut segala aktivitas dan kreativitas siswa MAM dapat terwadahi dan tersampaikan ke masyarakat. Sama dengan teori public relation, yang berusaha memperkenalkan produk melalui media-media yang langsung mudah dijangkau oleh masyarakat dan aliyah bersama Trigus berusaha menjawab teori itu dengan mewujudkan aliyahmu.com.

Melalui kegiatan bersama nggalek.co ini IPM MAM Watulimo terbuka peluang untuk menjadi pioner jurnalistik di Watulimo. Ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami persembahkan untuk Mas Trigus dan Mas Surur selaku pemateri dari nggalek.co. semoga awal yang baik ini menjadi pondasi kami untuk semakin berkemajuan dibidang pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dunia jurnalistik.

FOTO BARENG: Tim redaksi aliyahmu.com, pembina IPM MAM Watulimo, dan tim nggalek.co go to school
FOTO BARENG: Tim redaksi aliyahmu.com, pembina IPM MAM Watulimo, dan tim nggalek.co go to school
Akhir sesi agenda tersebut dilakukan pembentukan timred untuk IPM MAM watulimo, dan selanjutnya mereka yang terpilih ini yang akan melanjutkan tugas sebagai kordinator di aliyah untuk memprakarsai karya siswa dan menjadi motor penggerak semangat tulis di MAM Watulimo. Selanjutnya kami pun berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keakraban antara aliyah dan nggalek.co. harapan besar kami semoga kedepan kerjasama ini akan senantiasa terjalin dan menjadikan aliyah sebagai produk siswa berkualitas di Watulimo dan Trenggalek.

OLEH: Taufik Hidayat, A.S. S.Pd (Alumni dan Guru Matematika MAM Watulimo)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.