Manusia Sang Penghuni dan Pengatur Bumi
Manusia Sang Penghuni dan Pengatur Bumi

Manusia Sang Penghuni dan Pengatur Bumi

Manusia_Sang_Penghuni_dan_Pengatur_Bumi

Saat ini bumi sedang menghadapi kondisi yang begitu memprihatinkan. Planet yang didiami oleh manusia ini mengalami berbagai perubahan yang sukar untuk diprediksi. Sehingga beragam bencana serta ketidakpastian musim, seakan sudah menjadi hal yang lumrah.
Perilaku sebagian kelompok manusia yang tidak mencerminkan perannya sebagai wakil Tuhan di muka bumi sejatinya adalah persoalan terbesar terancanmya kehiduan bumi. Padahal pernyataan Allah jelas, bahwa kehadiran manusia memang untuk dimuliakan mendiami dan mengurusi bumi ini. Sehingga, tugas tersebut menjadi amanah dari Allah SWT kepada manusia sepanjang ia menikmati bumi dan seisinya. Hal itu dijelaskan dalam Al.Quran yang artinya: Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka bekata:Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui  (QS.Al-Baqarah: 30).
Ayat tersebut memberikan pengetahuan kepada umat manusia, bahwa kekuasaan Tuhan di bumi diwujudan oleh seluruh aspek perilaku dan hasrat manusia. Keturunan Nabi Adam as diberikan tampuk otoritas dari Allah dengan bekal kemerdekaan yang mereka miliki. Bahkan Allah telah memberikan hak istimewa melebihi malaikat atas diciptakannya manusia. Padahal malaikat adalah makhluk Allah yang senantiasa bersujud dan memuji kepadNya tanpa jeda. Bukankah hal tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan sifat manusia kepada Tuhannya? sebenarnya kemerdekaan yang dimiliki manusia telah jauh-jauh dipertentangkan oleh malaikat ketika akan diciptkannya Nabi Adam dalam dialog di surat Al-Baqarah diatas. Sebab hal tersebut akan menjadi pisau bermata dua, daisatu sisi sifat merdeka manusia akan mengubah dunia menjadi lebih baik, namun disisi lain sifat keserakahan manusia akan memperburuk kelangsungan peradaban di bumi.
Saat ini kita berada pada abad ke 21, sebagian sejarawan menganggap sebagai abad dengan proses perubahan yang sangat cepat dibandingkan abad sebelumnya. Hal tersebut karena kemampuan manusia untuk menemukan ragam teknologi semakin tak terbendung dan begitu masif. Aktifitas manusia adab ke-21 yang tidak pernah terlepas dari sistem elektronik, mesin dan robot mengakibatkan tingkat konsumsi energi begitu tinggi. Bahkan Salahsatu hasil seminar di Jakarta tahun 2012 yang diterbitkan surat kabar nasional, memprediksi bahwa cadangan minyak bumi akan habis 53 tahun lagi, jumlah tersebut dihitung berdasarkan total seluruh cadangan minyak di dunia pada 2012 di bawah 200.000 juta ton, sedangkan perhitungan ketersediaan  gas bumi hanya cukup sampai 55 tahun yang akan datang. Padahal minyak dan gas bumi adalah sumber energi primer, Hasil risert tersebut semestinya mampu menyadarkan kita bahwa bumi semakin lemah dan peradaban umat manusia-pun semakin terancam.
Maka, bagi kita sangat perlu untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan. Salahsatu upaya untuk melindungi bumi dari kehancuran adalah kesadaran manusia untuk menjaga dan melestarikan alam serta lingkungannya. Sebab seharusnya kita sudah merasa malu atas segala kezaliman yang telah kita perbuat terhadap lingkungan ini. Zalim terhadap lingkungan berarti menzalimi kepercayaan yang telah diberikan Allah SWT kepada kita sebagai pengatur dimuka bumi ini. Melalui Qalamnya Allah mengingatkan umat manusia, yang artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).....(QS Al Araf : 56)
Maka sebagai institusi pendidikan, kita adalah mata rantai yang membentuk rangkaian peradaban kedepan. Kita adalah orang yang tercerahkan dan siswa adalah bagian penting dalam usaha untuk membangun peradaban di bumi ini kedepan. Sehingga sudah keharusan bagi kita untuk selalu bersikap kritis dan terbuka terhadap segala gejala dan aktifitas lingkungan disekitar kita. Setidaknya kita harus selalu ikhtiar, agar kehidupan di bumi ini mampu kita jalani sebagai sebuah ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Sebab sudah tidak terhitung sesegala kenikmatan dan karunia yang telah diberikan kepada kita. Manusia diperintahkan untuk pandai bersyukur serta menjaga bumi dan merawat seluruh isinya hanyalah untuk kelangsungan umat manusia.

(TAUFIK HIDAYAT AS)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.