Recharge
Recharge

Recharge

Recharge

Apa sih recharge itu? Oke, disini penulis akan jelasin arti kata tersebut. Menurut seorang tokoh, bernama Prof. Dr. H.Brillian Fathurrochim Bin Suparni, S.E S.Sos S.h Msi, S.Ms (Pangkat tersebut hanya gelar impian penulis ya..hehe) recharge merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk mengisi kembali ruang kosong yang semula telah terisi. Sehingga bisa dibilang, isi ulang lah.
Lalu dengan apa kita mengisinya? Ya dengan bahan sejenis yang telah terisikan sebelumnya tadi. Nah, kali ini penulis akan membahas tentang me-Recharge Semangat (opoo eneeh iki..?). Barang kali disini pembaca pernah mengalami hal tersebut, misalnya ketika kita ikut sebuah organisasi, diawal-awal biasanya kita begitu bersemangat, kita begitu giat dan rutin dalam mengikuti setiap kegiatan dalam organisasi tersebut. Bahkan saking semangatnya tak jarang kita sampai lupa akan keperluan pribadi kita sendiri. Namun lambat laun, semangat itu semakin terkikis, hingga akhirnya habis. Biasanya hal tersebut karena kita merasa bosan, dan ngga tahan dengan semua kegiatan yang menurut kita semakin terasa ngga penting itu. Why itu semua bisa terjadi? Jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing. Karena kita yang ngelakuin, pasti kita tahu donk kenapa itu bisa terjadi.
Sebenarnya masalah ini sudah begitu akut terjadi di mana-mana, dan parahnya lagi, penyakit ini merupakan penyakit menular Nomor 26 (versi majalah Klowongan Times). Sehingga seringkali problem ini menjadi alasan nomor wahid mengapa suatu gerakan (baca:organisasi) gulung tikar. Ya karena para punggawanya udah ngga konsisten ngenjaga komitmenya lagi. Masalah tersebut sebenarnya gampang-gampang susah untuk di atasi, karena ini merupakan masalah internal yang menggerogoti setiap sendi-sendi organisasi, yang membuat setiap panji-panjinya gugur karena tak kuat pertahankan tradisi dan loyalitas.
Kembali ke Laptop, dah tahukan apa masalahnya? Yuk sekarang kita temukan solusinya. Saat kita me-recharge semangat maka kita tak bisa menganggapnya sama seperti men-charge gadget. Sebab kita perlu waktu untuk melakukan semua itu dengan berbagai tahap yang berguna untuk ngembaliin semangat kita yang telah loyo tersebut (ngga bisa langsung colok ke stop kontak). Ini juga bukan soal air, yang jika loyo langsung pake sanyo (pompa air)😅. Namun ini soal mengembalikan diri kita kejalan yang benar atau kembali ke rel yang telah kita tinggalkan. Maka dari itu hal-hal yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:

1. Menyadari kesalahan yang telah kita perbuat
Tentunya hal ini merupakan suatu hal yang fundamental, mengingat masalah ini berawal dari diri kita masing-masing. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, kita perlu tanya kediri kita, mengapa hal ini bisa terjadi?. Yah, bahasa lainnya introspeksi diri dulu lah.

2. Menyingkirkan segala penghalang
Nah, penghalang itu sendiri biasanya berasal dari hal baru yang dapat mengalihkan perhatian kita terhadap komitmen kita tadi. Biasanya hal ni terjadi karena kita terlalu asyik sendiri dengan hal baru tersebut. Misal kalo kita semula sangat semangat belajar, terus kita punya gadged baru, dan konsentrasi kita menjadi terpecah, maka secara tak langsung, semangat belajar kita akan semakin berkurang. Betul atau ngga?

3. Ngopi Dulu Lah Bro, (agar ngga panik)
Bitheway, ini merupakan artikel kedua dari penulis yang ngga lebai (kedua? Ia soalnya yang pertama ngga di publish oleh editor, ups ...), hmmp, dari tadi serius amat, ngopi dulu lah biar happy, Hehe

4. Perbanyaklah Motivasi & Inspirasi
Carilah motivasi-motivasi dari mana saja, bisa dari membaca buku, youtube-an, menonton TV, dan dari media-media lain yang intinya mampu mengembalikan semangat kita lah.

5. Kembalikan semua seperti semula
Nah jika tahap 1-4 udah dilakuin, saatnya kita kembali ke jalur yang benar.
Nah sekian dulu, tips agak nyleneh namun bermakna dari saya. Jika ada kurang lebihnya saya mohon
maaf, Brilian sekeluarga.

Hehehe……teruslah berkarya!!!
(BRILIAN  FATUCHIM- PIMRED ALIYAHMU MEDIA)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.