Filosofi Layangan
Filosofi Layangan

Filosofi Layangan


Filosofi_Layangan

Mayoritas dari kita pasti pernah merasakan keasikan dan kesenangan ketika beramain layang-layang. Cerita dan kesenangan tersebut membuat memori masa kecil begitu bermakna. Saat ini sedang musim-musimnya layangan, apalagi mendekati bulan suci Ramadhan. Tidak hanya anak kecil yang girang bermain, namun orang tua pun juga tidak absen mengikutinya. Setiap sore sambil menyaksikan keindahan senja pasti banyak layang-layang dengan beraneka macam bentuk saling beterbangan, apalagi didaerah pesisir pantai.

Teman-teman pembaca sekalian sudah tahu kan apa yang disebut layangan? Yak betul layangan adalah mainan yang terbuat dari kertas yang direkatkan ke bambu, dengan bentuk tertentu dan diikat dengan benang yang dapat diterbangkan oleh angin. Saking serunya bermain layangan sampai ada lagu "wajibnya", hehe. 

Teman-teman sekalian pastilah hafal lagu layang-layang, sambil mengenang masa kecil berikut lirik lagunya:

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain berlari
Bermain layang-layang
Bermain kubawa ketanah lapang
Hatiku riang dan senang

Yaa seperti itulah liriknya kawan, mungkin sebagian orang belum terlalu mengenal ataupun memahami filosofi dari layangan. Heiss, jangan salah dulu, filosofi layangan yang dimaksud ini bukan hanya mengarah ke asmara. Sebab banyak filosofi yang dapat kita ambil dari sebuah layang-layang. Kita tidak hanya asyik memainkan, menarik ulur tali layangan saat menerbangkan layangan. Ada filosofi yang begitu dalam yang saya dapatkan dari layang- layang:

1. Semakin tinggi layang-layangmu terbang, semakin kencang angin yang menghembusnya
Filosofi ini hampir sama dengan pepatah “semakin tinggi pohon semakin kencang pula anginnya” filosofi dan pepatah ini berarti jika kita ingin memiliki taraf kehidupan yang baik  kita harus siap dengan tantangan yang makin besar. Seperti layang-layang saat kita menerbangkannya semakin tinggi kita juga harus siap akan resiko yang akan dihadapi atas apa yg telah kita pilih.

2. Kontrol kehidupanmu ada di dirimu sendiri, kamulah yang memutuskan seberapa tinggi layanganmu dengan mengulur tali
Semakin bertambah usiamu, maka kamu sendirilah yang bertanggung jawab atas pilihan hidupmu yang telah kamu pilih. Tidak ada orang lain yang dapat kamu salahkan atas kesalahan pilihanmu itu. Seperti halnya saat kamu mengulur tali layangan untuk menerbangkanya, itu pilihanmu kamu ingin menerbangkan layang-layang tersebut seberapa tinggi. Jika tali layang-layang tersebut putus jangan salahkan orang lain, karena pilihan tersebut kamu sendiri yang memilih bukan orang lain. Intinya kebahagiaanmu adalah tanggung jawabmu sendiri, kamu harus mempunyai impian yang ingin dicapai, serta jadilah pribadi yang siap dengan segala konsekuensi atas plihan yang telah kamu pilih.

3. Jika layanganmu putus ataupun tersangkut, pilihan terbaik adalah merelakannya
Tidak jarang layang-layang yang kita terbangkan putus ataupun tersangkut dipohon dan tiang listrik. Saat kita kecil dulu pastilah kita menangis seketika ketika tahu bahwa layangan yang kita punya putus dan tidak bisa mendapatkannya kembali. Hal tersebut wajar, tapi kenapa saat kita kecil dan melihat layangan kita tersangkut ataupun putus tersebut tidak menangisi selama berhari-hari??..jawabannya simple sekali. Karena masih banyak layang-layang lain yang lebih bagus. Kita tidak usah yang ribet-ribet guys, intinya ketika melepas suatu hal yang kemungkinan besar tidak akan kembali, kita tak perlu bersedih terlalu lama karena ada kemungkinan yang lebih baik.. ayoo MOVE ON GUYS!

Itulah beberapa pelajaran yang dapat diambil dari layangan. Bisa diibaratkan layangan itu dirimu dan talinya itu sikapmu, yang keduanya itu harus kamu bentuk sebaik mungkin dan sekuat mungkin. Buat lah layang-layangmu sebaik mungkin dan seindah mungkin kemudia lihatlah layangan itu disaat mengudara, maka seperti itulah dirimu.

(TRINIS WATUN- XII IPS MAM WATULIMO)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.