Jaga Tradisi Idul Fitri, MTsM Watulimo Gelar Halal bi Halal
Jaga Tradisi Idul Fitri, MTsM Watulimo Gelar Halal bi Halal

Jaga Tradisi Idul Fitri, MTsM Watulimo Gelar Halal bi Halal

Jaga_Tradisi_Idul Fitri,_MTsM_Watulimo_Gelar_Halal_bi_Halal

Minggu 2 Juli 2017, dalam rangka merekatkan tali silaturahmi, keluarga besar MTs Muhammadiyah Watulimo menggelar acara halal bi halal. Dimulai pukul 08.00 WIB, acara tersebut bertempat di Masjid Musnah Ali Dhal’an kawasan master plan MBS (Muhammadiyah Boarding School) MTs Muhammadiyah Watulimo.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh guru serta karyawan dengan keluarga inti mereka masing-masing. Kegiatan halal bi halal yang telah berjalan puluhan tahun tersebut sudah menjadi rutinitas yang diselenggarakan disetiap perayaan Idul Fitri oleh keluarga besar MTs Muhammadiyah Watulimo.

Rangkaian cara di awali dengan tausiyah oleh Ustadz Pujiman. Ia menyampaikan beberapa hal tentang karakteristik ummat Islam dalam merayakan kemenangan di hari raya Idul Fitri. Menurutnya Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian dalam arti kesucian batiniah. Sebab dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya untuk mengembalikannya pada kondisi sebagaimana asalnya (bagai bayi yang baru lahir), maka itulah makna Idul Fitri yang seutuhnya.

Menurut kepala MIM Slawe tersebut, dosa yang sering tidak disadari adalah kesalahan kepada sesama manusia yang sering berinteraksi dengan kita. Khusunya kepada kedua orang tua maupun kepada mertua bagi yang telah menikah. "Maka kita wajib untuk mendoakan orangtua, mengasihinya sebagaimana mereka mengasihi kita ketika bayi, begitupun mertua, kita harus mengasihinya sebagaimana kita dikasihi ketika masih pengantin baru" kata ustadz Pujiman.

Ia pun menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri telah dijadikan sebagai budaya saling memaafkan bagi ummat muslim Indonesia. Kamudian munculah istilah halal bi halal, kebiasaan ini adalah tradisi yang terdapat di tanah air dan bahkan menjadi budaya di negara-negara rumpun Melayu. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. Sebab umat Islam itu bagai satu tubuh, saling melengkapi dan saling ber empati satu sama lain.

Kepala Madrasah MTsM Watulimo, Drs.H.Warjito, S.Pd, M.Pd.I. dalam sambutannya, beliau mengajak kepada seluruh guru dan karyawan agar bersama-sama membuka lembaran baru dengan penuh semangat dalam memajukan MTsM Watulimo. Beliau juga menyampaikan program-program unggulan MTs Muhammadiyah Watulimo, seperti program Tahfidz yang harus tetap dikembangkan. "Mudah-mudahan madrasah kita ini segera mendapat bantuan baik dari pemerintah maupun donatur agar pembangunan gedung MBS segera terealisasi dan bisa menyelenggarakan program tahfidz tersebut secara mandiri" kata Kepala MTsM Watulimo yang juga menjadi ketua PCM Watulimo tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa tahun ajaran baru 2017/2018, seluruh sekolah harus menggunakan kurikulum 2013. Sehingga menanggapi hal itu MTsM Watulimo membuat keputusan untuk menyelenggarakan workshop tim pengembang kurikulum yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2017.

Wakil kepala bagian kurikulum, Drs. Nyono, Juga menyampaikan informasi mengenai proses akademik yang nantinya akan dipaparkan pada waktu workshop tim pengembang kurikulum. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah guru dan karyawan MTs M Watulimo 20 orang, 5 diantaranya telah memeroleh tunjangan profesi (sertifikasi) serta 10 lainnya masih dalam proses pengajuan guna mendapatkan STF-GBPNS di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek.

Acara ditutup dengan do’a dan berjabat tangan oleh guru dan karyawan. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta berfoto bersama di beranda masjid.

(ALIYAHMU MEDIA-AHMAD N KHOLIQ)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.