WANITA: Wani (Berani) Nata dan Wani Ditata
WANITA: Wani (Berani) Nata dan Wani Ditata

WANITA: Wani (Berani) Nata dan Wani Ditata

WANITA:Wani_(Berani)_Nata_dan_Wani_Ditata

Wanita adalah sosok yang penting dalam "menciptakan" penerus manusia mulai dari Hawa sampai dimasa yang akan datang. Pengorbanan seorang wanita tergambar jelas pada sosok ibu. Ia adalah gambaran wanita yang rela bertaruh nyawa demi sang putra. Peran dan kasih sayangnya-pun tak akan pernah bisa terbalaskan dengan apapun.

Wanita punya peran menjadi pemimpin bagi anak-anaknya. Seorang pemimpin harus bisa melakukan sesuatu dengan tanggung jawab dan keiklhasan. Secara naluriah wanita semestinya memiliki itu semua. Apalagi tingkat keberhasilan dalam mendidik anak tergantung pada karakter pendidiknya.

Bagi penulis kata "wanita" memiliki makna akronim, Wani (berani) nata dan wani ditata. Figur seorang wanita yang berfikiran maju harus berani menata hidupnya untuk mandiri. Seperti halnya bagaimana dia akan menghadapi kehidupan selanjutnya serta bagaimana dia berani memutuskan apakah memilih bekerja atau menjadi ibu rumah tangga.
Sudah menjadi rumus kehidupan modern, bahwa seorang wanita yang berfikiran "maju" akan memilih untuk bekerja/berkarir. Sehingga kelihaiannya untuk menata waktu pribadi, keluarga dan pekerjaannya-pun begitu sangat berarti.
Wani (berani) ditata, mempunyai arti harus bisa ditata oleh orang tua maupun suami ketika sudah menikah. Seorang wanita memiliki kewajiban yang lebih untuk menjaga dirinya. Bahkan sifat "lemah" wanita, membuatnya menjadi manusia istimewa dengan berbagai norma dan etika yang melindunginya.

Menjadi wanita memang tidak mudah. Ia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Sejarah telah banyak mencatat perlakuan tidak semestinya terhadap wanita. Pada zaman jahiliah wanita dianggap hina, bahkan dianggap sebagai aib. Wanita hanya diperlukan untuk meneruskan keturunan dan pemuas hawa nafsu. Ia disiksa dan dibunuh, bahkan bayi-bayi perempuan yang tidak berdosa pun ikut meraskan kekejaman kala itu. Lalu Rosulullah SAW datang sebagai rohmatan lil alamin mengentaskan umat dari zaman jahiliyah, sehingga wanita secara hak kemanusiaan mempunyai derajat setara dengan kaum laki-laki.

Ironinya saat ini wanita yang cerdas malah tidak mau kalah dengan laki-laki. Bahkan sekarang sebagian generasi laki-laki seakan semakin mundur dengan aktivitas yang sama sekali tidak produktif. Padahal bagi penulis semestinya wanita juga berperan tanpa harus keblabasan. Sehingga ia pun berani ditata dan menata diri.


(ALIYAHMU MEDIA-UMMU HABIBATUS S)*
*Pimpinan IPMR MAM Watulimo

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.