Filosofi Kopi Deplok Bagi Warga Watulimo
Filosofi Kopi Deplok Bagi Warga Watulimo

Filosofi Kopi Deplok Bagi Warga Watulimo

Filosofi_Kopi_Deplok_Bagi_Warga_Watulimo
Sebagian besar warga Indonesia pasti sangat menyukai kopi. Bukan hanya rasanya yang nikmat, tapi juga khasiatnya yang membuat orang yang merem menjadi melek. Kopi sudah sangat mendarah daging bagi orang Jawa, khususnya daerah Watulimo. Kecamatan di sebelah selatan Trenggalek, Jawa Timur ini warganya punya istilah, "kalau tidak minum kopi bisa nggelu", dalam bahasa Indonesia "ngelu" mempunyai arti lemah, lesu, pusing atau sakit.

Sedikit mengamati di sekitar kita, orang-orang yang "manjing" atau bekerja kuli tak lepas dari minuman yang namanya kopi, bahkan dapat dikatakan mereka menghabiskan lebih dari dua gelas per harinya. Kopi yang familiar dan terkenal lezat bagi orang Watulimo disebut Kopi Deplok. Memang tingkat komsumsi kopi di daerah Watulimo sangatlah tinggi. Kalau dikalkulasi setiap harinya misalkan dua gelas kopi lalu dikali berapa banyak orang yang "manjing" belum lagi mbah-mbah sepuh yang juga sering mengonsumsi Kopi Deplok. Satu kecamatan bisa terhitung berapa ratus gelas kopi yang dikonsumsi warga per harinya.

Masyarakat Watulimo kebanyakan mata pencahariannya adalah petani, jadi tak jarang bahwa sebagian besar kopi yang mereka konsumsi adalah hasil kebun sendiri istilahnya "nddeplok dewe" atau bisa disebut proses membuat biji kopi alami mulai dari pohon sampai jadi kopi yang siap seduh. Proses membuat Kopi Deplok yang siap diseduh itu lumayan memakan waktu lama, mulai dari penjemuran sampai kering, pengelupasan kulit ari dengan cara di deplok/tumpuk, lalu di sangrai dengan sedikit campuran beras. Penyampuran beras itu bagi orang Watulimo katanya biar matangnya merata sampai warnanya hitam lalu selanjutnya baru ditumbuk sampai halus. Biarpun caranya lumayan sulit dan ribet, tapi itulah yang membuat kopi buatan sendiri lebih nikmat dari kopi buatan pabrik.

Kalau kita ingin membeli kopi yang home made atau buatan rumah yang sering disebut Kopi Deplok, sangat sulit, dikarenakan mahalnya biji kopi yang siap sangrai membuat tenaga kerja dan biaya produksi tidak seimbang dengan hasil yang di dapatkan. Apalagi petani-petani jarang sekali menanam pohon kopi. Banyaknya produk kopi instan juga bisa menjadi penyababnya, sebab kopi instan lebih simple tanpa harus menambahkan gula dan langsung tuang dari sashet lalu diseduh. Berbeda dengan Kopi Deplok yang harus menambahkan gula, belum lagi proses pembuatannya yang memakan waktu lama. Tapi sekali lagi rasa Kopi Deplok tetap yang juara, nikmat tiada taranya.



(ALIYAHMU MEDIA-UMMU HABIBATUS)*
*Siswa XII MAM Watulimo

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.