MAM Watulimo: Sekolah di Desa Kualitas Kota (Catatan Siswa Baru MAM Watulimo)
MAM Watulimo: Sekolah di Desa Kualitas Kota (Catatan Siswa Baru MAM Watulimo)

MAM Watulimo: Sekolah di Desa Kualitas Kota (Catatan Siswa Baru MAM Watulimo)

MAM_Watulimo:_Sekolah_di_Desa_Kualitas_Kota_(Catatan_Siswa_Baru_MAM_Watulimo)
Menjadi pelajar Muhammadiyah adakah label yang begitu membanggakan bagi saya. Berawal saat saya masuk ke MTs Muhammadiyah watulimo, ada beberapa pengalaman yang sudah saya dapatkan, mulai dari ikut organisasi IPM, HW, dan sebagainya. Ini membuat saya semakin suka berpartisipasi dalam kegiatan organisasi Kemuhammadiyahan. Saat duduk di bangku kelas VII ( Tujuh ), saya mulai suka dengan sekolah MTs Muhammdiyah Watulimo ini dengan beberapa alasan seperti, ingin aktif dalam organisasi IPM, ingin aktif dalam ekstra, drumband, qiro’atul Qur’an ,dan olahraga. Sebenarnya awalnya saya berkeinginan untuk mengembangkan hoby saya seperti drumband, bermain bola voly, sepak takrow, dan organisasi yang ada di sekolah MTs Muhammadiyah Watulimo. Ketika duduk di kelas VIII ( Delapan ) saya sudah mulai terbiasa dalam mengembangkan hoby saya main voly. Walaupun dari kakak kelas mencemoohi saya, tetapi saya tidak tinggal diam, tetap berusaha dan optimis dalam meraih hoby yang saya dambakan.

Seiring berjalannya waktu, saat sudah duduk di kelas IX ( Sembilan ) saya sudah mulai berfikir lebih dewasa, karena akan masuk ke jenjang lebih tinggi dan optimis terus mengembangkan hoby dan belajar untuk mencapai keinginan yang saya cita-citakan sejak kecil. Ketrika Ujian Nasional, saya di karantina selama satu bulan untuk belajar dalam menempuh kelulusan, sebenarnya di dalam hati saya tidak mau untuk mengikuti karantina, lantaran saya takut kalau hoby itu tiba-tiba rusak, karena jarangnya latihan.

Dengan sedikit keterpaksaan dan apa boleh buat, saya ikut karantina agar nilai di ujian nanti tidak jelek. Sebab bagi saya kejelekan nilai itu pasti berdampak ke masa depanku kelak. Saat karantina selama satu bulan lamanya tersebut akhirnya tertuntaskan, nilai ujian bertambah baik dari pada nilai try out. Saya bersyukur sekali kepada Allah SWT yang telah memberikan saya nilai bagus dan lulus. Saat tiba waktunya saya dan teman-teman telah di wisuda dan bahagia telah menjadi alumni MTs Muhammdiyah Watulimo, di acara tersebut saya tidak menyangka mendapat sebuah gelar menjadi siswa teladan. Perasaan senang capur haru ini telah menyelimuti hati saya dan bisa membanggakan kedua orang tua dengan penghargaan tesebut.

Setelah lulus dari MTs Muhammadiyah Watulimo, saya bimbang untuk memilih harus sekolah dimana yang pantas saya tempati, khususnya untuk mengembangkan hoby saya. Saya berharap sekolah yang saya tempati nantinya membawa saya menjadi orang sukses. Karena sekolah yang ada di watulimo lumayan banyak, sehingga saya sempat bingung untuk memilihnya, pada awalnya saya berkeinginan bersekolah di SMK Muhammadiyah Watulimo, yang memiliki cukup banyak siswa, bahkan paling terbanyak se Kecamatan Watulimo. Namun hal itu saya urungkan karena keluarga, guru-guru dan teman-teman tidak mendukung dan lebih merekomendasikan agar saya bersekolah di MAM Watulimo. Akhirnya saya memutuskan bersekolah di MAM Watulimo, karena bagi saya guru dan beberapa siswa di MAM Watulimo sudah saya kenal. Disisi lain tempatnya dekat serta yang paling penting bisa mengembangkan hoby voly. Dengan besekolah di MAM Watulimo saya juga berharap mampu mengikuti jejak alumninya yang sekarang kebanyakan menjadi seorang yang sukses.

Bagi saya bangga bersekolah di MAM Watulimo, karena saya tahu banyak dari jejak alumninya yang sukses dan bisa membesarkan nama madrasahnya. Selain itu dengan bersekolah disini saya berkeinginan membuktikan bahwa MAM Watulimo bisa menciptakan orang yang sukses dalam di bidang apapun dan tidak kalah dengan sekolah yang lain maupun sekolah yang ada di kota.

Jangan berangapan sekolah yang ada di desa itu tidak bisa bersaing dalam menciptakan seorang kader yang sukses. Karena di MAM Watulimo dapat mencetak seorang kader yang sukses, walaupun letaknya di desa dan gedungnya cuma kecil ini. Disini semangat siswanya luar biasa, tidak kalah dengan murid sekolah favorit yang ada di kota. Karena bagi saya kunci kesuksesan orang itu yang selalu berusaha, optimis, kerja keras dan jiwa sosialnya tinggi.

Saya teringat pesan seorang guru dia berkata, “sekolah dimana saja kalau niatnya untuk mencari kebaikan dan mencari ilmu maka Allah akan memberikan kunci kesuksesan itu, yang penting kita selalu berdoa, berusaha dan optimis dalam hati”.Karena pesan itulah saya bisa berfikir bahwa sekolah dimana saja kalau niat saya baik dan merasa yakin didalam hati bahwa saya bisa mengapai cita-cita yang telah saya impikan.

(ALIYAHMU MEDIA-DIMAS MAHFUD)*
*Siswa Kelas X MAM Watulimo

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.