Kajian PCM Watulimo: 5 Pesan Rasulullah yang Harus Kita Laksanakan
Kajian PCM Watulimo: 5 Pesan Rasulullah yang Harus Kita Laksanakan

Kajian PCM Watulimo: 5 Pesan Rasulullah yang Harus Kita Laksanakan

Kajian_PCM_Watulimo:5_Pesan_Rasulullah_yang_Harus_Kita_Laksanakan
Kajian Rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Watulimo kembali dilaksanakan pada awal tahun 2018. Kali ini pelaksanaan kajian dilaksanakan di masjid Annur Dusun Kebon, Desa Tasikmadu pada Jum'at, 12 Januari 2018.

Seperti biasa kajian dibuka dengan bacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari ketua PCM Watulimo. Dalam sambutannya ia berpesan agar warga Muhammadiyah menjadi ummat senantiasa membawa misi dakwah persyarikatan.

“Sebagai warga Muhammadiyah kita harus selalu berusaha menjadi bagian dari Khoiru Ummah sesuai dengan isi Al-Imran 104” ujar  H. Warjito.

Bapak dengan dua putra tersebut juga mengajak seluruh elemen warga Muhammadiyah di Kecamatan Watulimo agar bangga dengan lembaga pendidikan Muhammadiyah, sebab disitulah wadah Muhammadiyah dalam mencetak para kadernya. Disela-sela sambutan tersebut ia menyampaikan progres gerakan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Watulimo dalam membangun ranting- ranting di seluruh wilayah se-Kecamatan Watulimo yang menujukan hasil yang begitu baik.

Ustadz Anang Wahid menjadi Pembicara dalam kajian tersebut. Warga yang sejak pukul 13.00 WIB telah memadati bagian dalam dan pelataran masjid begitu menunggu-nunggu ustad yang terkenal kocak tersebut naik keatas podium. Tak kurang dari 600 warga menghadiri kajian yang berada di wilayah pesisir Trenggalek tersebut. Bahkan sebagian warga yang hadir sampai ada yang duduk di pelataran rumah warga, karena saking penuh sesaknya yang hadir.

Materi yang disampaikannya Ustadz lulusan universitas Mesir itu tentang uraian pesan Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah. Ia menyebutkan ada lima pesan yang disampaikan Rasulullah kala itu, yaitu:
1Jauhilah yang haram, maka engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2Qanaah, pesan yang disampaikan bahwa manusia harus selalu Qanaah dalam menerima rizqi dari Allah. Sebab harta yang halal akan memeroleh ridho disisi Allah. Sebab harta sejatinya hanya ada tiga hal yaitu, (1) yang telah kita makan dan di buang melalui hajad;(2) Harta yang senantiasa dishodaqohkan; (3) Harta/benda yang sedang/tengah kita pakai dan rusak.
3. Berbuat baiklah terhadap tetangga, dalam hal ini, penceramah yang juga aktif di Majelis Pendidikan Kader ini menyampaikan bahwa setidaknya ada 6 hal anjuran adab bertetangga, yaitu. (1)senantiasa saling mengucapkan salam; (2) datanglah dalam undangan, kecuali dalam hal kemaksiatan; (3)saling menasehati; (4) menjawab ketika mendengar hamdalah setelah bersin; (5)
menjenguknya ketika sakit; (6) melayat saat tetangga meninggal dunia dengan datang, mensholatkan dan mengantarkan hingga kubur.
4.Senang ketika melihat tetangga bahagia
5.dan Jangan banyak tertawa, sebab tertawa akan mematikan hati.

Dalam kesempatan kajian rutin teesbut Ustadz Anang juga banyak membuat para hadirin terpingkal-pingkal karena guyonannya. Bahkan tak jarang candaan ini membuat ia lebih dikenal oleh warga Muhamamdiyah sebagai ustadz yang suka “ngebanyol”.


Materi kajian Jumat tersebut kemudian ditutup dengan sesi jawaban dari pertanyaan para Jama’ah. Salah satu pertanyaannya adallah sebagai berikut: “Apakah benar jika memahami hadits dan Al-Quran tanpa dasar pemahaman dari para Salafus Sholeh lalu kita akan salah?”.
Ustadz Anang menyampaikan bahwa memahami Al-Qur’an dan Assunah harus berdasar dari penafsiran Salafus Sholeh (generasi salaf).

“Memahami Al-Quran dan Assunah tanpa memahami penafsiran dari Salafus Sholeh maka akan berbahaya, sebab ia akan mencoba menafsirkan sendiri, yang itu berakibat pada salah tafsir. Salafus Sholeh itu adalah sebutan bagi para sahabat, tabiu tabi’in, tabiu tabiu tabi’in (dalam beberapa literasi adalah generasi yang hidup abadn ke 0-3 Hijriyah). Sehingga jika kita mendengar sebutan orang salafi maka tidak usah ribet, gaduh dan menuduh macam- macam, sebab kita warga Muhammadiyah juga bisa disebut sebagai kelompok salafi yang artinya kelompok orang yang mengikuti jejak generasi salaf” Tutup Uastadz Anang.

(ALIYAHMU MEDIA-SEKRETARIS PCPM)*
*PCPM Watulimo Periode 2016-2020

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.