Ketua PC Muhammadiyah "Berulah" didepan Jamaah Jum'ah
Ketua PC Muhammadiyah "Berulah" didepan Jamaah Jum'ah

Ketua PC Muhammadiyah "Berulah" didepan Jamaah Jum'ah

Ketua_PC_Muhammadiyah_"Berulah"_didepan_Jama'ah_Jum'ah
Jum’at, 22 Desember 2017, Masjid Baiturrohim, Ndayu Desa Gemaharjo seperti biasa menjalankan Sholat Jum’at dengan jadwal khotib yang beragam. H Warjito selaku ketua PCM Watulimo mestinya menjadi khatib sekaligus imam pada shalat Jum’at siang itu. Di masjid yang juga sebagai pusat dakwah ranting Muhammadiyah Gemaharjo III tersebut beliau membawa seorang  remaja berumur 14 tahun dengan pakaian rapi dan berkopyah putih. Ketika waktu sudah mulai khutbah, tiba-tiba remaja tersebut maju ke mimbar dan mengucapkan salam dengan fasih. Bahkan para jama’ah sholat Jum’at sempat dibuat heran dengan “ulah” Ketua pimpinan Cabang Muhammadiyah yang membiarkan si pemuda mengambil alih posisinya sebagai khatib.

Khutbah dibawakan remaja tersebut dengan lancar, dengan lafal-lafal ayat Al Qur’an dan hadits yang disamapaikannya dengan fasih. Jama’ah pun terdiam, bahkan setelah selesai khutbah, ketua PCM Watulimo tersebut kembelai “berulah”. Mestinya ia maju untuk menjadi imam malah terdiam dan seakan member isarat kepada remaja tersebut. Ternyata remaja tersebut maju untuk menjadi imam sholat Jum,at menggantikan orang nomor 1 di PCM Watulimo. Rokaat pertama setelah Al-Fatikhah dilanjutkan denga membaca surat A-Baqarah ayat 1 s/d 10 kemudian pada rakaat kedua dilanjutkan dengan ayat 11 s/d 20. Ayat-ayat tersebut dibawakan dengan lancar disertai lagu murottal yang baik. Begitulah suasana pada jum,at itu, pemuda yang dimaksud adalah Argha Syaiful Bahri, ia Siswa MTs Muhammadiyah Watulimo yang juga menjadi santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Watulimo selama enam bulan terakhir.

MBS Watulimo memang masih rintisan, tetapi sudah menghasilkan para khotib dan imam yang handal. Tidak heran, sebagian santrinya mampu hafal bahkan hingga 3 Juz.

“Luar biasa anak  ini sudah bisa khutbah dengan baik dan menjadi imam dengan  surat yang panjang kaki saya sampai kesemutan” Ujar Pak Tariman, selaku ta’mir Masjid Baiturrohim siang itu.
MBS juga merupakan program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Watulimo. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan dari ranting-ranting bahwa alumni sekolah Muhammadiyah Watulimo belum bisa jadi kader yang mumpuni.

“Memang Muhammadiyah betul-betul kekurangan kader untuk mengisi masjid-masjid Muhammadiyah” keluh H. Amaludin kamil, selaku ketua Majlis Tabliqh PCM Watulimo saat ditemui tim aliyahmu.com.

Program MBS di Watulimo sudah berjalan selama enam bulan dan mempunyai 7 santri yang terus ditingkatkan kualitasnya melalui kurikulum agama yang disesuaikan.

 “Yang paling penting dari program ini adalah membiasakan anak anak untuk sholat jama’ah lima waktu ditambah sholat-sholat sunnah termasuk sholat tahajud dan lebih mandiri karena harus mengurus keperluan sendiri” ujar Ustadz Suhari yang juga sebagai pengasuh MBS Watulimo.
“Saya sangat bersyukur pak anak saya  yang sudah mau melaksanakan sholat tanpa disuruh, ini adalah kebahagiaan bagi saya “. Ungkap Bapak Syawali, salah satu wali dari santri MBS.

(ALIYAHMU MEDIA-KETUA PCM WATULIMO)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.