MPK Trenggalek: Langgar Kidul Dahlan Terlihat Tak Terurus
MPK Trenggalek: Langgar Kidul Dahlan Terlihat Tak Terurus

MPK Trenggalek: Langgar Kidul Dahlan Terlihat Tak Terurus

MPK_Trenggalek:Langgar_Kidul_Dahlan_Terlihat_Tak_Terurus
KH Ahmad Dahlan, beliau adalah tokoh pahlawan nasional sekaligus tokoh pembaharuan Islam yang mendirikan Organisasi Muhammadiyah. Beliau sebagai peletrak pondasi gerakan pembaharuan yang  ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur'an dan Assunah di bumi Hindia Belanda 105 Tahun yang lalu. Hingga kini KH Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah bagaikan dua sisi mata uang yang tak mungkin dipisahkan.

KH Ahmad Dahlan dan sahabat-sahabat serta keluarganya tinggal di Jogjakarta sekitar daerah Kauman atau dekat dengan Masjid Gede Kauman Jogja. Masjid yang hingga saat ini menjadi tempat yang sangat bersejarah dalam pendirian Muhammadiyah.

Hingga kemudian ketokohan KH Ahmad Dahan menginspirasi Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Trenggalek untuk mengenang perjuangan beliau. MPK Trenggalek Melakukannya dengan cara menyelusuri jejak dan tempat yang sangat bersejarah dalam perjuangan beliau. Menjelang liburan semester, keluarga besar MPK PDM Trenggalek beserta pengurus Ortom di Trenggalek berhasrat untuk mengenang kembali perjuangan KH Ahmad Dahlan.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan MPK mendelegasikan anggotanya untuk mengikuti kegiatan napak tilas sejarah tersebut. Peserta yang mengikuti kegiatan antara lain Anang Wahid Cahyono koordinator MPK, Kamas Tontowi ketua MPK, Berta Meilevarespati, Rizka Aning, Cicik Setiawan dari IPM, Ana Retno Mutia dari Nasyiatul Aisiyah, Freda dari Tapak Suci, dan Ahmad Nur Kholiq serta Taufik Hidayat dan Rudianto dari Ortom Pemuda Muhammadiyah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pelepas lelah teman-teman dalam rutinitas pekerjaan. Tempat-tempat yang kami kunjungi adalah adalah Alun-alun Jogja, Masjid Jogokaryan, Masjid Gede Kauman, Langgar Kidul, Rumah KH Ahmad Dahlan, Mu’alimin Muhammadiyah (Kweekschool), pemakaman KH Ahmad Dahlan, Pemakaman Nyai Walidah, kantor PP Muhammadiyah, kantor PP Aisiyah, toko Suara Muhammadiyah, Gedoeng Muhammadiyah, dan tak lupa kami sempatkan juga berefresh ria di Malioboro dan toko buku.

Alun-alun Jogja berada di jantung kota Jogjakarta. Bersebelahan dengan masjid Gede Kraton Jogja di kampung Kauman. Alun-alun Jogja begitu memberikan kesan tersendiri bagi pengurus MPK yang banyak membaca biographi KH. Ahmad Dahlan. Di alun-alun Jogja inilah beliau semasa kecil sering bermain bola setelah mengaji di Masjid Gede Kauman. Bahkan Darwis kecil saat itu begitu gemar bertanding dengan anak dari kampung sebelah, seperti Kampung Gondomanan, kampung Nitikan, Karangkajen dan lain lain. Alun-alun jogja juga menjadi tempat beliau mencari inspirasi dengan melihat matahari terbenam. Di alun-alun Jogja tim sepak bola Darwis pernah hampir berkelahi dengan tim kampung Gondomanan karena datang terlambat.

Tim napak tilas di alun-alun Jogja sekitar jam tiga pagi. Meskipun tiba pada dinihari, suasana disana begitu ramai. Banyak orang berkunjung sekedar untuk menghabiskan malam, bahkan juga ada yang berkunjung ke Masjid Gede Kauman. Setiba di alun-alun, rombongan sedikit bercengkrama dan bercerita-cerita membahas kegiatan KH. Ahmad Dahlan kecil di alun-alun.

Kami juga sempatkan mampir ke Masjid Jogokaryan. Masjid Jogokaryan sekarang menjadi masjid percontohan dalam pengelolaan dan pembinaan jama’ah. Masjid ini terletak tidak jauh dari alun-alun. Di Masjid tersebut makanan-makanan sudah disiapkan, tim kami bingung, makanan disiapkan untuk tamu atau untuk warga sekitar. Hingga akhirnya kami sadar bahwa makanan tersebut disediakan untuk para tamu dan jama'ah subuh di masjid tersebut.

Selesai berkunjung di masjid dan sholat, kamipun melanjutkan perjalanan sesuai rangkaian yang telah disusun sebelumnya. Hingga akhirmnya kami sampai di rumah KH Ahmad Dahlan dan mendapati kondisi Langgar Kidul dan rumahnya begitu tidak terurus. Kami harus bertanya- tanya pada warga untuk sekedar mengetahui rumah pendiri organisasi Islam tertua tersbut. ditempat itu sangat sepi dan jauh dari kata ramai, ada bekas tempat wudhu yang sangat kotor, dan bagian dalam langgar juga bertumpukan debu.

Hingga akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan mengunjungi beberapa sekolah serta amal usaha Muhammadiyah lainnya di Jogjakarta. Tak ayal kegiatan ini dimanfaatkan beberapa anggota MPK dan tim rombongan untuk mengetahgui asal-usul KH Ahmad Dahlan dan lokasi bersejarah yang sebelumnya sebatas mereka baca di buku Kemuhammadiyahan.


(ALIYAHMU MEDIA-KAMAS TANTOWI)*
*Ketua MPK PDM Trenggalek

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.