Sebuah Cerpen: Sogok Menyogok Partai Curut dan Partai Tokek
Sebuah Cerpen: Sogok Menyogok Partai Curut dan Partai Tokek

Sebuah Cerpen: Sogok Menyogok Partai Curut dan Partai Tokek

Sebuah_Cerpen:Sogok_Menyogok_Partai_Curut_dan_Partai_Tokek
Wijaya : Tim Sukses Partai Tokek
Eko : Tim Sukses Partai Curut

Hari Jum'at 02 Februari 2018 , tim sukses dari kedua belah pihak mulai untuk mencari pendukung dengan cara memberikan sedikit uang kepada setiap penduduk (Konotasi: menyogok..heheh). Salahsatu rumah di Desa Wonoasri (ngasal nama desanya) telah didatangi oleh pak Wijaya dan pak Eko.

Kebetulan tinggal 1 rumah yang belum mereka datangi. Pak Eko telah sampai terlebih dahulu di rumah pak Tejo (pemilik rumah)
"Assalamualaikum" sapa pak Eko
"Waalaikumsallam" jawab dari dalam rumah tersebut.
"Eh pak Eko silakan masuk , ada apa ya pak" sapa pak Tejo
"Hmm gini bentar lagi kan udah mau di adakan pemilu, jadi ini ada sedikit rezeki untuk bapak, tapi saya harap bapak untuk memilih Partai Curut ya (sambil kedipkan mata genit)"
"Oh iya pak InsyaAllah saya usahakan" balas pak Tejo.
Tak lama dari perbincangan tersebut terdengar suara pintu yang sedang di ketuk
"tok..tok..tok.. Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam" jawab pak Tejo sembari berdiri untuk membukakan pintu.
"Eh pak Wijaya, silahkan masuk pak"
Mengetahui ada pak Eko di dalam, pak Wijaya pun menatapnya dengan tatapan sengit
"ada tujuan apa pak Wijaya datang kemari?" tanya pak Tejo
"Saya ke sini ingin memberi bapak sedikit rezeki, agar pak Tejo mau memilih Partai Tokek"(ceritanya nyogok juga)
Jadi seri pemberian uangnya, dari pak Eko 20.000 dan pak Wijaya 20.000, melihat hal itu pak Eko menambahkan nominal uang yang ia berikan.
"ini pak Tejo saya tambah 5.000"
Pak Wijaya ternyata tidak terima jika uang sogokan yang ia berikan lebih rendah nominalnya dari pada uang sogokan dari Eko
"Ini saya tambahkan juga 10.000, jadi 30.00 dari saya" imbuh Pak Wijaya.
Pak Eko: "ini saya tambahkan juga jadi 40.000"
Wijaya :"saya tambahkan juga jadi 45.000"
Pak Eko:"saya tambahkan juga jadi 50.000"
Dengan begitu pak Wijaya kehabisan uang terlebih dahulu untuk menyogok pak Tejo. Karena itu pak Wijaya lebih memilih untuk pulang terlebih dahulu. "Baik kalau begitu saya lebih memilih untuk pulang"
"Ngaku aja kalau kalah" ejek pak Eko dan pak Wijaya pun berlalu pergi dengan secepat kilat membawa uang yang tidak jadi diberikannya
2 Minggu berlalu, hari untuk pemilihan sudah berada di depan mata, detik-detik pengumuman kemenangan akan segera di sampaikan, ketua TPS menyampaikan bahwa surat suara di dalam kotak tinggal 1 dan saat ini kondisi suara sama 100. Otomatis hal ini membuat semua orang yang ada di TPS merasa berdebar (degdeg..degdeg..degdeg).
Tiba saatnya panitia menyampaikan siapakah pemenangnya
"Kemenangan di dapatkan oleh.." suara panitia yang menggantung semakin membuat para saksi berdebar.
"Kemenangan di raih oleh ................................................... tidak ada"
Sebab satu surat suara terakhir dicoblos semua kedua kolom partainya. Kemungkinan itu adalah surat suara pak Tejo yang bingung karena sama-sama menerima sogokan uang panas dari partai Tokek dan Partai Curut.


Pesan : kejujuran adalah suatu hal yang sangat di pentingkan dalam sebuah persaingan. Pemilu kedepan gunakan hak pilih sesuai hati nurani, jangan pilih partai atau calon yang memeberikan uang agar dipilih. Sebab jangan sampai harga diri kita dan hak kita selama lima tahun hanya dihargai dengan nominal uang 20.000 atau 40.000.


(ALIYAHMU MEDIA-ARUM JAUZIA)*
*Timred aliyahmu.com kelas X MAM Watulimo

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.