7 Hal Tragis jika UNBK Terus Berlanjut
7 Hal Tragis jika UNBK Terus Berlanjut

7 Hal Tragis jika UNBK Terus Berlanjut

7_Hal_Tragis_jika_UNBK_Terus_Berlanjut
Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) merupakan agenda ujian tingkat nasional yang sebelumnya merupakan UN. Sudah dua tahun terakhir siswa kelas XII MAM Watulimo mengikuti UNBK secara mandiri. Menggunakan tambahan BK, memang istilah ini sudah akrab ditelinga siswa MAM Watulimo ditahun kedua ini. Pada mulanya memang banyak kekhawatiran terkait perubahan teknis ujian dari soal kertas menjadi soal CBT. Tapi akhirnya hal tersebut bukan lagi menjadi masalah, sebab siswa MAM Watulimo telah berkali-kali menyelenggarakan simulasi hingga tryout UNBK.

Mungkin maksut pemerintah mengadakan ujian berbasis komputer tersebut agar kertas tidak banyak yang terbuang percuma karena harus mengcopy banyak soal lalu disuruh untuk dimusnahkan (kan sis-sia/mubazir) atau mungkin karena dengan berpindah menggunakan komputer, siswa semakin tertarik mengerjalan dan akhirnya dengan serius menyelesaikan semua tes atau mungkin lagi agar pengawas ujian nasional yang mayoritas sudah sepuh, lalu tidak bisa menjalankan CBT mereka tidak akan lagi bisa membocorkan soal UNBK ke siswanya sendiri. Ya tidak taulah semua kan hanya praduga dan analisa saja, bisa saja analisa saya ini salah atau bahkan samasekali tidak benar.

Namun dibalik itu semua saya yang juga sebagai tukang analisator (bajakan) menganggap bahwa penggunaaan UNBK ada beberapa hal yang belum tepat. Mungkin ini hanya kritikan saja yang bisa diterima sebagai suatu masukan atau bisa disepelkan karena kesannya subjektif. Berikut ada 7 hal tragis jika UNBK terus berlanjut:

1. UNBK sebenarnya hanya pemborosan listrik dan energi. Iyalah, bayangkan saja jika satu kelas harus menyalakan 41 komputer secara bersamaan lalu dibagi menjadi dua sesi dalam satu hari sudah berapa kwh saja listrik yang dihabiskan? Satu sesi setidaknya menjalankan komputer 2 jam ditambah 1 jam untuk persiapan. Maka total ada 6 jam X 40 Komputer X 4 hari, itu belum termasuk saat pengecekan dan simulasi.

2. Keuangan sekolah terganggu, UNBK full menggunakan internet dan perangkat komputer yang cukup banyak, dan rata-rata sekolah di Indonesia tidak memiliki fasilitas komputer yang memadahi, maka untuk menyelenggarakan UNBK sekolah harus belanja piranti komputer secara lengkap serta fasilitas pendukung lainnya. Seperti ruangan yang harus sesuai, steril, internet, sistem keamanan ruangan dan masih banyak lagi. Sedangkan anggaran dari pemerintah untuk UNBK sendiri jauh dari kata cukup, bahkan untuk beli satu unit monitorpun tidak dapat, apalagi sekolah swasta yang kecil. Jadi akhirnya manajemen sekolah harus kesana-kemari memutar keuangannya untuk dibelanjakan alat atau perangkat komputer baru.

3. Membuat anak semakin malas, yang namanya teknologi memang dicipakan untuk kemudahan pengunanya (user). Misalkan kentongan diciptakan agar orang tidak kecapekan dengan teriak-teriak saat ada bencana, atau uleg-an diciptakan agar ibu jika masak tidak kesulitan untuk menghaluskan bumbu. Begitupaun UNBK diciptakan untuk mempermudah kerja pengawas dan juga penyelenggara dalam menyediakan fasilitas bagi siswa. Namun disisi lain dengan adanya model ini siswa menjadi kebablasen mudahnya lalu bagi yang malas ya tinggal lihat soal sebentar lalu klik A,B,C ,D sesuai keinginan mereka. Mereka kan tinggal pencet next atau back saja tanpa harus membolak-balik kertas ujian.

4. Sulit sekali mengerjakan soal matematika, Soal matematika adalah salahsatu momok mata pelajaran bagi kebanyakan siswa jaman now atau anakm pada jaman semonow. Apalagi saat ini menggunakan komputer.  Jadi mereka tidak bisa lagi coret- coret dan analisa jawaban di lembar soal, akibatnya bagi siswa banyak yang harus kehabisan waktu karena mereka perlu menyalin soal atau gambar lagi ke kertas agar mudah menghitungnya. Selain itu, fokus mereka juga terganggu karena harus berulangkali memperhatikan monitor dan jawaban yang ada di kertas hitung mereka.

5. Siswa banyak yang kepanasan, siapa bilang dengan UNBK semua menjadi bersih dan nyaman, malah siswa banyak yang merasa tidak nyaman dan gerah. Pelepasan energi panas dari komputer dan alat-alatnya membuat suasana ruangan menjadi panas dan pengap, apalagi pintu biasanya ditutup agar mengurangi suara kebisingan dari luar kelas. Hal tersebut menjadikan UNBK teras sulit, sudah sulit soalnya ditambah sulit kondisinya.

6. Belum lagi ada perangkat komputer yang rusak ketika sedang mengerjakan. Siswa menjadi gaduh tidak karuan karena mereka harus kembali masuk dengan login dan menunggu token perubahan muncul. Mungkin hal tersebut jarang terjadi tapi kalau sudah terjadi dan erornya lebih dari 3 komputer masalah tersebut bisa melelahkan, baik bagi siswa maupun tim proktor.

7. Lupa berdoa, terkadang karena saking asiknya siswa yang menyalakan komputer dan login mereka sampai lupa berdoa sebelum dan seteah mengerjakan soal. Ini mungkin terkesan remeh, namun jika menjadi kebiasaan hal tersebut akan berbahaya dan bisa membuat sekolah di Indonesia menjadi sekuler (horoor)..hihihihii


(ALIYAHMU MEDIA-TIM PENULIS)*
*Redaksi aliyahmu.com

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.