MBS Watulimo, Utopis atau Realistis?
MBS Watulimo, Utopis atau Realistis?

MBS Watulimo, Utopis atau Realistis?

MBS_Watulimo,_Utopis_atau_Realistis?
Muhammadiyah Boarding School adalah impian bagi seluruh warga Muhammadiyah di Watulimo. Setidaknya impian itu berusah diraih dengan menyiapkan segala hal, baik insfrastruktur maupun SDM. Sudah lebih dari satu tahun ini Pimpinan Cabang Muhamamdiyah Watulimo menyiapkan lahan guna membangun gedung pendidikan berlabel MBS. Sehingga impian itu diharapkan bukan sekedar utopis tanpa realistis. Selain itu ada dua kader Muhammadiyah yang saat ini tengah menjalani studi di Mesir dan Jawa Tengah.

Sudah bukan barang asing jika Muhammadiyah kental dengan unsur pendidikan. Sehingga jika bicara Muhammadiyah ya berarti ngomong tentang sekolah. Setidaknya predikat itu hingga sekarang belum ada yang menggeser. Meskipun Muhammadiyah tersisih dari kancah politik missal, era SBY jilid 2 Muhammadiyah tetap teguh berdiri membesarkan lembaga pendidikanya tanpa "mengemis" ke penguasa.

Hal diatas adalah gambaran umum tentang Muhammadiyah, dan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Indonesia. Tapi kondisi didaerah-daerah, mungkin akan mengkerutkan dahi jika melihatnya. Bagai kisah film mahalaris "Laskar Pelangi" adalah titik balik gambaran bahwa pendidikan Muhamamdiyah selalu ada dimanapun, bahkan ditempat yang mayoritas Kritiani sekalipun. Namun dalam film itu kita sadar bahwa sekolah Muhamamdiyah itu menjamur namun tak semuanya subur.

Kembali membahas MBS di Watulimo. Megaproyek lembaga pendidikan tersebut mulai dirintis ketika sebagian warga Muhammadiyah Watulimo menyadari bahwa sekolah formal akan sulit mencetak kader dengan karakter menyeluruh (iso ngaji ya iso garap trigonometri). Kemudian diiringi segala polemic dan perjuangan, PCM Watulimo "menebus" lahan strategis yang akan dijadikan megaplan MBS Watulimo. Akhirnya kebutuhan warga Muhammadiyah Watulimo akan lembaga pendidikan berlabel pondok dengan manajemen modern dijawab dengan program waqaf bersama.

Sekali lagi perjuangan PCM dan seluruh warga Muhammadiyah Watulimo untuk menciptakan lembaga pendidikan tersebut bukan main-main. Meskipun betubi- tubi kritik terlontar namun megaplan sudah terwujud dan tinggal realisasi dengan segala kekurangannya.

Perlu disadari bahwa masih banyak lembaga pendidikan Muhamamdiyah di Watulimo yang perlu untuk dibantu. Bahkan Hampir mirip dengan kondisi sekolah Laskar Pelangi. MBS berusaha diprogramkan untuk dilahirkan, namun sang "kakak" banyak yang terkena gizi buruk bahkan hampir menghembuskan nafas terakhir (begitu mengkin ungkapan keputusasaan dari sebagian kritik tersebut).

Hal tersebut menjadi auto kritik dari tubuh Muhammdiyah. Mengapa harus ada polemic dan kritik? Kita bangga bahwa kemampuan anggota Muhammadiyah untuk berdialektika dan berspekulasi cukup mumpuni. Maka jika program tanpa ada kritisi dan analisa jadi tidak akan matang (krenggo). Begitupun MBS Watulimo, lontaran kritik dan ungkapan sinis tak jarang muncul dari anggota Muhammadiyah. Hal tersbut sangat lazim bagi Muhammadiyah di Watulimo, dinamika adalah kelaziman, tanpa dinamika program tak akan bersubtansi (mungkin demikian).
Bulan Maret 2018 menjadi awal PCM Watulimo membentuk struktur resmi pendirian MBS. Dengan mendatangkan tokoh dari Solo Ustadz Yunus, yang berhasil mendampingi puluhan pondok modern,  beliau diharapkan menjadi inspirator bagi impian pendirian MBS di Watulimo. Ustadz Yunus membeberkan banyak hal terkait manfaat dari MBS bagi Muhammadiyah. Bahkan tak tanggung-tangung beliau siap mendampingi MBS Watulimo hingga mampu berdikari sendiri. Bertempat di Masjid Attaqwa Kauman, Gemaharjo gagasan pria berjenggot putih tersbut diaharapa menjadi oase ditengah gurun mimpi tentang MBS.

(ALIYAHMU MEDIA-SEKRETARIS PCPCM)*
*PCPM Watulimo 2016-2021


Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.