7 Fakta Seputar Ujian XII, Nomor 3 Bikin Nyengir
7 Fakta Seputar Ujian XII, Nomor 3 Bikin Nyengir

7 Fakta Seputar Ujian XII, Nomor 3 Bikin Nyengir

7_Fakta_Seputar_Ujian_XII,Nomor_3_Bikin_Nyengir
Siswa MA/SMA/SMK mulai melaksanakan ujian pada awal Maret- April 2018. Sat ini kelas XII menjadi salahsatu kelas paling sibuk dengan rentetan ujian. Diawal Maret seluruh siswa tersebut mulai melaksnakan USBN/BK, setelah itu dilanjut dengan UAMBN-BK bagi madrasah lalu diawal April ini harus mengahdapi final test UN-BK. 

Menjadi siswa yang hampir lulus memang butuh pengorbanan. Ya salahsatunya dengan ujian dan terus ujian. Meskipun hasil ujian itu terkadang juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun setidaknya melalui ujian, proses belajar mereka selama tiga tahun akan dilihat hasilnya. Namun ada hal yang secara umum sering dijumpai saat ujian berlangsung, baik diluar maupun didalam ruang ujian. Kejadian apa itu? Penulis berusaha untuk mencatat hal-hal yang secara tidak sadar dialami siswa saat ujian.

1. Siswa yang pinter mendadak tuli
Saat ujian berlangsung seakan otak kita nge-restart sendiri secara otomatis. Apalagi yang tidak pernah belajar alias "ndableg". Pada saat itulah penyakit tuli mulai muncul, dimana kawan-kawannya yang dianggap pinter ketika dipanggil dak pernah dengar. Ya penyakit tuli bagi orang pinter saat ujian memang penyakit lazim yang tidak perlu diobatin, sebab 2 jam saja penyakit ini bisa langsung sembuh total. heheh

2. Aliran darah beredar lebih cepat
Siapa bilang hanya dengan olah tubuh lalu memepercepat peredaran darah. Nha ujian juga dapat memepercepat aliaran darah, sebab ketika ujian berlangsung jantung akan memompa darah semakin cepat. Peristiwa ini mengakibatkan tubuih terasa lebih cepat lelah dibanding biasanya.

3. Ilmu para guru mendadak terhapus
Saat ujian berlangsung baik pengawas ataupun proktor, semuanya adalah guru. Moment ujian ternyata berimbas langsung terhadap hilangnya ilmu para guru tersebut. buktinya saat mereka ditanya oleh siswa yang sedang ujian pasti jawaban mereka "saya dak tau", "halah gitu aja kok dak bisa". Lalu siswa bertanya "lalu caranya gimana pak/buk", "ya kerjakan sendiri to". Dari percakapan itu penulis mengambil kesimpulan bahawa ilmu guru saat ujian tiba-tida terhapus untuk smentara.

4. Hormon melatonin meningkat
Fakta nomor 2 membuktikan bahwa siswa yang ujian menjadi cepat lelah. Apalagi siswa tersebut sudah lelah tambah dak bisa ngerjakan. Hal tersebut akan semakin meningkatkan hormon melatonin, hormon yang merangsang seseorang cepat merasa tidur. Akibatnya rasa kantuk yang sangat membuat kepala mereka harus terkapar diatas meja ujian.

5. Keimanan tiba-tiba meningkat
Menjelang ujian sekolah-sekolah banyak yang menyelenggarakan tausiah atau semacamnya. Siswa-pun juga demikian, ia ketika moment ujian pasti rajin beribadah, ngajinya rutin, berdoanya semakin lama dan masih banyak lainnnya. Ini membuktikan bahwa ujian membuat keimanan dan ketakwaan siswa meningkat drastis dibanding sebebelumnya (heheh bisa dijadikan judul skripsi nih)

6. Berlakunya bahasa isyarat
Jika disekolah umum mungkin sedikit siswanya yang memiliki keterbelakangan (tunarungu) sehingga cara berkomunikasinya-pun normal. Namun ketika ujian berlangsung kemampuan mereka tiba-tiba ganda, selain bisa mampu berkomunikasi normal, saat mengerjakan dan saling bertanya, siswa sering menggunakan bahasa isyarat, dengan jari ketika memberitahu jawaban kepada rekannya.

7. Ngelihat pengawas bagai ngelihat singa yang mengawasi mangsanya
Bagi kebanyakan ujian di Indonesai, masih jarang siswanya yang sadar diri untuk jujur. Sehingga ketika ada pengawas siswa akan diam, namun ketika pengawas keluar ruangan meskipun hanya sepersekian detik, mereka bagai lepas dari incaran pemangsa yang ganas. Jadi pengawas itu bagi sebagian siswa yang ujian bagai pemangsa yang akan menerkam bagi siapapun yang bergerak.


(ALIYAHMU MEDIA-Timred aliyahmu.com)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.