Mampu Sumbang Tiga Puluh Delapan milyar, Gagasan PCPM Watulimo Masuk 18 Besar
Mampu Sumbang Tiga Puluh Delapan milyar, Gagasan PCPM Watulimo Masuk 18 Besar

Mampu Sumbang Tiga Puluh Delapan milyar, Gagasan PCPM Watulimo Masuk 18 Besar

Mampu_Sumbang_Tiga_Puluh_Delapan milyar,_Gagasan_PCPM_Watulimo_Masuk_18_Besar
Trenggalek (23/04/2018), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Watulimo masuk nominasi 18 besar ajang festival gagasan kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Melalui pengumuman yang dirilis oleh bagimutrenggalek.com, dua gagasan dari kader PCPM Watulimo dan satu gagasan milik PCPM masuk kedalam 18 gagasan yang tersaring oleh tim seleksi.

Perhelatan Festival Gagasan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Bagimu Trenggalek. Hal tersebut diselenggarakan dengan untuk menjaring kreativitas masyarakat Trenggalek. Delapan belas dari Sembilan puluh Sembilan gagasan telah tersaring, untuk kemudian dipilih oleh panelis menjadi 9 gagasan terbaik yang akan dijadikan road map pembangunan Kabupaten Trenggalek kedepan (sumber: bagimutrenggalek.com).

PCPM Watulimo Kabupaten Trenggalek, menangkap kegiatan ini sebagai peluang keterlibatan pemuda untuk memajukan Kabupaten Trenggalek. Sehingga melalui forum-forum diskusi dan sharing dengan para aktivis Pemuda Muhammadiyah Watulimo, kemudian lahirlah gagasan dari PCPM Watulimo yang disalurkan melalui forum festival gagasan tersebut. Sedangkan dua pengirim gagasan dari kader PCPM adalah Ahamad Nur Kholiq (Kabid KOKAM dan SAR PCPM) dan Bayu Widodo (Anggota PCPM Watulimo).

PCPM Watulimo mengirimkan gagasan dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan. Ide tersebut muncul dari latar belakang melihat pemanfaatan potensi pertanian durian di Watulimo yang saat ini juga tengah dirintis oleh ketua PCPM Watulimo, Saeroji.  Kemudian muncul gagasan yang kemudian diberi judul “Durian Ripto untuk Trenggalek dan Nusantara”.

Gagasan tersebut berangkat dari tersedianya Durian Ripto di Trenggalek. Kawasan Trenggalek saat ini menjadi wilayah penghasil bibit Durian Ripto satu-satunya di Indonesia. Sehingga sangat penting untuk mengembangkan si Ripto sebagai salahsatu variable pembangunan ekonomi kerakyatan serta menyokong potensi pariwisata di Trenggalek. Durian Ripto sendiri adalah varietas unggulan yang selama ini dikenal sebagai primadona-nya durian. Maka PCPM Watulimo turut membuat gagasan agar ditangkap oleh pemerintah kabupaten Trenggalek agar kedepan turut melibatkan para petani dan pemerintah desa di seluruh kabupaten untuk pengembangan Durian Ripto. Ide yang ditawarkan tersebut adalah, 1 KK 1 pohon Durian Ripto. Gagasan ini digadang-gadang akan mampu memberikan pendapatan warga Trenggalek hingga tiga puluh delapan milyar rupiah tiap tahun dan akan bertambah setiap tahunnya.

Sedangkan gagasan Ahmad Nur Kholiq mengangkat masalah perbaikan kualitas aparatur daerah melalui reformasi birokrasi. Pria lulusan MAM Watulimo tersebut memberi judul gagasannya “Meningkatkan Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan Daerah Trenggalek Melalui Sekolah Politik Anggaran (SEPOLA)”.

Sedangkan Bayu Widodo yang juga mantan Ketua PR IPM MAM Watulimo 2012 membuat gagasan dengan judul “-Nglentik- Warisan Nenek Moyang Soko Guru Perekonomian”, ia menyumbangkan gagasan untuk menghapus tiga faktor utama penyebab usaha petani Trenggalek tidak berkualitas. Diantara permasalahan tersebut adalah bahan mentah tidak dapat bertahan lama dan kurang memberikan nilai ekonomi yang tinggi serta berkelanjutan.


(ALIYAHMU MEDIA-Sekretaris PCPM Watulimo)*
*PCPM Watulimo Periode 2016-2021

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.