Jama'ah Penuhi Halaman Sekolah "Dongeng" Milik Pak Eko
Jama'ah Penuhi Halaman Sekolah "Dongeng" Milik Pak Eko

Jama'ah Penuhi Halaman Sekolah "Dongeng" Milik Pak Eko

Jama'ah_Penuhi_Halaman_Sekolah_"Dongeng" _Milik_Pak_Eko
Watuagung 21 September 2018, MIM Krecek Desa Watuagung menjadi tuan rumah Kajian Rutin PCM Watulimo. Kegiatan dimulai pada pukul 13.00 hingga selesai pada 16.30. Siang itu hampir seluruh jamaah kajian rutin PCM Watulimo tumpah ruah di sekolah Muhammadiyah  paling "tinggi" di dataran Watulimo tersebut. Jika dibandingkan dengan sekolah Muhammadiyah lain di Trenggalek, sekolah inilah yang mungkin nasibnya agak berbeda. Selain jauh dari jalan raya dan medan yang begitu sulit madrasah ini juga tidak pernah bisa memiliki sanitasi yang layak, karena lokasinya yang sangat jauh dari sumber air.

MIM Krecek merupakan madrasah yang masih menjadi tanggung jawab Pimpinan Cabang Muhammadiyah Watulimo dan PDM Trenggalek. Tempatnya yang cukup jauh dari pusat kecamatan ditambah dengan akses jalan yang begitu terjal menjadikan sekolah ini bak sekolah "dongeng" milik Muhammadiyah Watulimo. Apalagi saat musim kemarau panjang seperti ini, sekolah harus mengalami kenyataan tidak memiliki akses air bersih, saat  musim penghujan pun terkadang anak-anak harus membawa galon saat sekolah dan mengantrikan di sumur untuk kemudian dibawa pulang. Kondisi ruangan kelas pun juga turut membuat sekolah ini semakin lekat dengan kesan "sekolah terpencil".

Selama ini Pak Eko kepala MIM Krecek, bersama 6 guru bergantian mengajar siswa yang berjumlah tak lebih dari 26 siswa mulai kelas 1 hingga kelas 6. Bahkan tiga bulan yang lalu saat tim LAZISMU berkunjung ke MIM Krecek, beliau menujukkan sudut-sudut bangunan yang retak dan hampir roboh. Selama ini Pak Eko mengandalkan bantuan dari beberapa yayasan diluar Muhammadiyah dan tentunya dana BOS untuk menutupi semua keperluan sekolah. Tak jarang hal tersebut membuat guru-guru harus tidak digaji hingga 1 semester karena dana BOS tidak cukup.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi guru dan Pak Eko, maka PCM pada bulan September memutuskan kajian rutin bertempat di MIM Krecek.  kedatangan tersebut selain sebagai sarana dakwah terhadap masyarakat Watuagung namun juga untuk menujukkan kepada warga Muhammadiyah, anggota DPRD Jawa Timur dan Lembaga Muhammadiyah Watulimo, bahwa MIM Krecek selalu ada untuk mencerahkan masyarakat Krecek melalui pendidikan.

Seluruh jama'ah yang memadati halaman tanah berdebu milik madrasah, mendonasikan bantuan untuk Pak Eko. Selain itu LAZISMU juga memberikan beberapa kardus batuan alat tulis kantor, serta bantuan untuk siswa miskin, serta anggota DPRD Jawa Timur Suli Daim juga turut serta membantu kebutuhan guru dan TK Aisyiyah setempat. Sangat semringahnya Pak Eko ketika donasi yang terkumpul mampu menutupi sebagian besar kekurangan madrasah untuk menyelenggarakan UNBK di tahun depan.

Seperti halnya kajian rutin, KOKAM menjadi garda pengamanan siang itu. Puluhan personil dikerahkan disetiap titik jalan menuju lokasi. Hal tersebut dilakukan karena lokasi MIM Krecek harus melalui jalan yang terjal sehingga membuat  seluruh rombongan kajian ekstra hati-hati. Pada hari itu memang Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Watulimo dan seluruh personilnya serentak sepakat mensukseskan kegiatan kajian di MIM Krecek Watuagung.

"Begitu bangganya kami atas sumbangsih tenaga dan semangat pemuda Muhammadiyah serta KOKAM untuk mengawal jalannya kajian" Ujar Pak Eko.

Tak kurang 700 jama'ah kajian berjubel dihalaman madrasah. Akses jalan yang melewati sekolah juga sempat ditutup karena penuh sesak oleh masyarakat yang antusias menyaksikan kajian. Dukungan masyarakat Dusun Krecek pada kajian siang itu begitu tinggi, seluruh rumah warga yang berada disekitar MIM mempersilahkan jama'ah yang tidak mendapat tempat duduk untuk berteduh di teras warga. Menggambarkan bahwa selama ini kegiatan dan perjalanan MIM Krecek selalu atas bantuan dan perjuangan warga sekitar.

Yang menjadi penceramah siang itu adalah Ustadz Anang Wahid. Kebiasaan beliau yang selalu mengisi tausiyah di Watulimo membuatnya selalu ditunggu warga Muhammadiyah saat acara. Dalam kesempatan tersebut sosok yang juga menjadi Ketua Pembinaan Kader PDM Trenggalek itu menyampaikan pesan dakwah mengenai Hijrah untuk memperbaiki kualitas diri.

Orasi dakwah yang setengah banyolan membuat warga dusun juga turut antusias, bahkan tak jarang dibuat tertawa karena lelucon khas dari beliau. Ia menyeritakan bahwa dakwah Rasulullah selama 13 tahun mendapatkan tidak lebih 100 orang di Mekkah dan Rasulullah harus memutuskan untuk ber Hijrah saat itu. Bisa dibayangkan sangat sabar dan kuatnya mental Rasulullah ditengah gunjingan dan cobaan dari masyarakat Quraisy Makkah.

Saat ini momenetum hijrah dimaknai dengan peningkatan amal ibdah. Sehingga hijrah itu adalah berpindah untuk menjadi lebih baik. Bagi Ustadz lulusan Mesir tersebut ada beberapa aktivitas hijrah era saat ini yaitu, hijrah meningkatkan tauhid agar semakin cerdas dalam berfikir dan beraqidah.
selain itu juga hijrah diri untuk memperbaiki  Islamnya, dengan iman dan rutinitas sholatnya. Sebab di yaumul akhir nanti semua manusia tidak akan bergerak sebelum menjawab 4 pertanyaan. Capek untuk apa?, Hartamu untuk apa? Dan jika sudah berhijrah untuk apa?



(ALIYAHMU MEDIA-SEKRETARIS PCPM)*
*PCPM Watulimo Periode 2017-2021

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.