Pasar Sebo Jadi Target Empati Siswa MAM Watulimo
Pasar Sebo Jadi Target Empati Siswa MAM Watulimo

Pasar Sebo Jadi Target Empati Siswa MAM Watulimo

Pasar_Sebo_Jadi_Target_Empati_Siswa_MAM_Watulimo
Minggu 21 Oktober tanah Watulimo disapa oleh rintik hujan yang agak lama. Walaupun begitu tidak menghalangi niat warga untuk mengais rezeki ataupun berburu kebutuhan hidup di Pasar Sebo pagi itu. Begitupun juga dengan enam siswa IPM MAM Watulimo yang dengan semangat menggebu melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala.

Kegiatan Penggalangan dana tersebut dimulai pagi saat suasana pasar terbesar di Watulimo tersebut tengah ramai. Tentu hal semacam ini bukan kegiatan yang asing bagi siswa Aliyah. Sebab setiap terjadi bencana alam, anak-anak yang tergabung di IPM selalu terjun ditempat-tempat ramai yang sekiranya berpotensi menghasilkan donasi melimpah. Seperti halnya Pasar Sebo yang selama ini telah menjadi langganan penggalangan dana IPM MAM Watulimo.

Cukup bermodal niat Lillahi Ta'ala serta 2 kotak kardus sebagai wadah sumbangan. Enam anak  tersebut membagi diri menjadi 2 kelompok mulai berkeliling dari satu pedagang ke pedagang lainnya.Target yang dituju tidak sekedar pedagang didalam pasar, melainkan juga toko-toko di seluruh area pasar. Desak-desakan ditengah kerumunan emak-emak yang sedang berbelanja ditemabah riuh suara tawar-menawar menjadi suasana khas pasar pagi itu. Belum lagi gerimis tadi membuat jalanan didalam pasar begitu becek. Bahkan sahutan sinis ditambah tatapan terpaksa dari beberapa pedagang yang menyumbang tidak menamabah nelangsa bagi kami.

 "Sabar cahh rai gedhek.e ojo dicopot disek..wkwkwkw" sekedar guyonan diselal sela menggalang dana cukup sebagai pembangkit semangat dan penekan sabar dalam hati.

Kegiatan penggalangan dana kali ini juga melibatkan beberapa siswa kelas X Aliyah untuk mengenalkan seberapa luas peranan IPM Aliyah di masyarakat. Selain itu bagi internal IPM MAM Watulimo moment seperti ini dapat dijadikan parktik mata pelajaran sosiologi tentang pentingnya bersimpati dan empati. 

"kegiatan ini merupakan salah satu agenda Pra-Musyran yang sengaja di fokuskan pada pengkaderan calon penerus IPM Aliyah. Kami tidak cukup belajar dengan bawa buku didalam kelas, namun sejatinya pelajaran hidup seperti inilah yang membuat kami cerdas" ujar Ketum IPM Aliyah.

Setelah dua jam berkeliling akhirnya penggalangan dana di area Pasar Sebo selesai. Ditemani sebungkus dawet penghitungan pun dimulai. Alhamdulillah uang donasi terkumpul Rp. 664.000,- ditambah dengan sumbangan dari sekuruh warga MAM Watulimo pada Senin 22 Oktober sebesar Rp. 213.000. Hingga total penggalangan dana sebesar 877.000. Selanjutnya dana tersebut disalurkan melalui Lazismu Watulimo dan langsung dikelola untuk disalurkan ke Palu, Sigi dan Donggala.


(ALIYAHMU MEDIA-SISKA FADHILA)*
*Pimred aliyahmu.com

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.