Sedih! Ketika Logo MAM Watulimo Menjadi Merk Ikan Bakar
Sedih! Ketika Logo MAM Watulimo Menjadi Merk Ikan Bakar

Sedih! Ketika Logo MAM Watulimo Menjadi Merk Ikan Bakar

Sedih!_Ketika_Logo_MAM_Watulimo_Menjadi_Merk_Ikan_Bakar
Bungkus aneka jajanan pasar dari kertas koran atau majalah bekas sudahlah lazim dimata kita. Pasalnya dengan kondisi rumah yang cukup dekat dengan pasar membuatku tahu semua tentang hal itu. Makanan seperti gorengan, nasi, ikan bakar dan yang lainnya sudah biasa jika koran bekas sebagai bungkusnya. Masyarakat atau orang-orang pun sudah tidak kaget lagi dengan hal itu.

Namun betapa mirisnya ketika kita dikejutkan dengan bungkus ikan yang terpampang sederet nama MAM Watulimo. Apa yang akan muncul di benak kita?? Tentulah disatu sisi perasaan yang sangat menyakitkan. Betapa teganya si penjual tersebut membungkus ikan bakarnya dengan selembar kertas tertulis nama MAM Watulimo.

Memang ketika itu ibuku pergi ke pasar dengan menggenggam selembar kertas list belanjaan, pastinya disana tertulis belanja ikan. Keluarnya dari pasar ternyata benar tebakku  didalam tasnya ada gulungan kertas berisi ikan bakar, yang membuatku (melongo) tanpa berfikir lama aku langsung berucap 
"lohh nopo niki buk kok buntele koyo kalender nak omah kae", ucapku tanpa tata krama bahasa jawa.

"iku iwak lele gawe adikmu, lak ditumbasne iwak segoro ra ndang mari molo ne"jawab ibukku tenang

"kok tego-tego ne yo yo fotone konco-konco ku sg biasa dipasang nak brosur beralih dadi bungkus iwak"dengus kesal ku menimpali jawaban ibu.

Mungkin sebagian orang memandang hal itu sangatlah sepele, bahkan di luar sana kertas tertulis bahasa Al Qur'an pun juga jadi bungkus makanan.

Padahal pada dasarnya makanan yang berkontak langsung dengan kertas cetakan tinta sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Dilansir dari sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kertas pembungkus makanan mengandung BPA. BPA (bisphenol A) merupakan sejenis bahan kimia yang sering digunakan untuk bahan dasar plastik dan resin. Awalnya BPA digunakan untuk melapisi kaleng makanan kemasan agar kaleng tidak mudah berkarat. Pasalnya kini kertas telah lama menggantikan daun pisang dan daun jati. Dari sisi harga lebih murah, praktis dan mudah diperoleh.

Tidak seperti daun pisang yang cara memperolehnya harus dengan trutusan tegalan(mencari di hutan). Apalagi saat ini daun pisang memang agak susah ditemukan di pasaran . Jadi keberadaan kertas bekas untuk membungkus makanan merupakan solusi yang cepat dan tepat. Dan salahsatunya brosur MAM Watulimo lah yang menjadi korbannya.


(ALIYAHMU MEDIA-RICA YUNITA)*
*Ketua IPM MAM Watulimo 2019-2020

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.