Persepsi Keliru dan Fakta Seputar Valentine Day
Persepsi Keliru dan Fakta Seputar Valentine Day

Persepsi Keliru dan Fakta Seputar Valentine Day

Persepsi_Keliru_dan_Fakta_Seputar_Valentine_Day
Sudah nggak jarang lagi kan kata-kata itu ditelinga kita? Kebanyakan kata-kata itu sering terlontar oleh anak Anak Baru Gedhe (ABG) dan remaja yang terlibat cinta. Arti kata cinta disini bukan sembarang cinta, tapi lain dari itu yang cukup tak wajar untuk di pandang.

Mereka menganggap valentine ini adalah hari kasih sayang untuk pasangan mereka dan itu dibuktikan dengan pemberian sebatang coklat (biasanya), hanya sebatang coklat ya  kawan. Bukan seperangkat alat sholat yang benar-benar membuktikan kasih sayangnya.

Memang harus cukup tegas untuk pelaksanaan penolakan valentine day ini, karena budaya yang tidak benar jika diteruskan akan memperparah keadaan  generasi penerus bangsa ini kedepan.

Agama Islam melarang peringatan valentine dan haram hukumnya. Sebab itu hanya budaya yang sekarang turun temurun (menjadi tradisi). Saling sayang? Saling cinta ? Boleh , Namun harus dengan aturan dan takaran. Jangan sampai cinta dan sayangmu kepada manusia melebihi cinta kepada Rab-Nya.

Sebagai remaja di era milenial kita harus pandai menyaring mana yang baik untuk kita dan mana yang tidak. Kita harus bisa semakin dewasa untuk kalanya membawa diri kita sendiri ke hal yang positif, tidak ada kata terlambat. Kalo bukan kita yang sadar tentang nasib bangsa dan agama kita lalu siapa lagi? Pasti sudahlah lenyap di tangan pemuda-pemuda  lemah.

Harapan kita dari IPM bidang Perkaderan MAM Watulimo,dengan diadakanya penolakan valentine day ini, bisa menunjukan kepada masayarakat awam yang masih melaksanakanya, bahwa itu haram dan tidak ada dalam ajaran agama Islam.

Lagian kita orang muslim, valentine hanya untuk orang yang barat dengan budaya liberalnya. Jadi kalau seusia kita? Remaja ? ABG?  Apa tidak boleh memiliki cinta? Menurut kami sendiri cinta dengan pasangan yang suci itu jika berlangsung pada ijab qabul pernikahan.

Kebanyakan anak remaja dan ABG sekarang salah menganggap persepsi soal Valentine Day. Mereka mengira hari tersebut merupakan hal yang terbilang cukup romantis, seperti saling memberi sesuatu kepada pasangan yang dibilang belum halal sebagai bukti ketulusan hatinya. Padahal hal tersebut dilarang oleh agama.

Seperti dalam hadist “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Sudah jelas jika kita meniru tradisi suatu kaum, tanpa disadari kita sudah tergolong kaumnya. Berikut fakta sesungguhnya tentang makna Valentine :

1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.

2. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.

3. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.

4. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

Sudah tahu bukan makna dan maksud di balik Valentine? Masih sukar kah untuk menjauhinya? Kami berharap dengan pengetahuan tentang hal tersebut, membuat kita berhati-hati dalam mengikuti suatu kebiasaan yang belum jelas kita ketahui maknanya.

(ALIYAHMU DAY-BID PERKADERAN)*
*PR IPM MAM Watulimo

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.