Kritik untuk JAMDA HW 2019 Trenggalek
Kritik untuk JAMDA HW 2019 Trenggalek

Kritik untuk JAMDA HW 2019 Trenggalek

Kritik_untuk_JAMDA_HW_2019_Trenggalek
Jambore Daerah HW Kwarda Trenggalek telah usai. Para juara telah diumumkan dan perhelatan berjalan dengan beragam perubahan. Sebanyak 28 satuan pendidikan dibawah naungan Dikdasmen PDM Trenggalek turut serta yang terbagi menjadi tiga tingktan SD/MI (Atfal), SMP/MTs (Pengenal) dan SMA/MA/SMK (Penghela).

Lokasi Bumi Perkemahan Suruh Trenggalek menjadi wahana pertandingan dan adu kreatifitas para peserta. Sekolah Muhammadiyah hampir semua mengirimkan delegasinya. Mulai sekolah yang jumlah siswanya likur.an (antara 20-29) hingga sekolah dengan jumlah siswa ratusan. Tentu hal tersebut menjadi ajang pertarungan yang manarik dan seru.

Keseruan tersebut dirasakan para peserta atfal, penghela dan pengenal. Mereka mengikuti beragam ajang perlombaan dan pertandingan dengan penuh semangat serta keseriusan. Namun banyak hal yang membuat keseriusan siswa tersebut menjadi tak bernilai lebih selain menjadi kekecewaan. Bukan karena mereka malas, namun karena banyak agenda JAMDA V Suruh yang dianggap tidak sesuai dengan acuan. Sekaligus secara subjektif kami menganggap panitia perlu suply kritik untuk perbaikan kualitas JAMDA berikutnya.

1. Jenis Perlombaan. Mulai awal sudah disampaikan banyak jenis perlombaan yang sistem penilaiannya begitu subjektif. Seperti halnya kebersihan tenda, regu tergiat, pensi, yel-yel, pawai dan jenis perlombaan di tadhabur. Mestinya dalam ajang Jambore se prestius JAMDA harus benar-benar memperhatikan jenis perlombaan yang terukur dan yang tidak terukur, sehingga ada acuan yang dapat dipelajari satu makna oleh seluruh qabilah.

2. Kriteria Penilaian. Penilaian pada ajang perlombaan subjekif mestinya menggunakan acuan yang sangat jeli dan detail. Sehingga kriteia yang disuguhkan kepada dewan juri dan Qabilah bisa dipahami sama. Jika tidak demikian akibatnya menjadi pemahaman ambigu.

3. Penilaian mestinya dilakukan per Qabilah. JAMDA HW adalah ajang untuk menujukkan eksistensi sekolah/madrasah milik Muhammadiyah. Sehingga menganggap semua sekolah Muhammadiyah sama dalam kemampuan kepanduan HW. Tidak semestinya penilaian dilakukan tiap regu, jika demikian maka yang diuntungkan adalah sekolah dengan delegasi regu terbanyak, karena peluang merebut juara lebih besar. Lalu peluang sekolah yang memiliki siswa sedikit dan anggaran minim hanya sekedar menjadi penonton.

4. Pemilihan dewan juri. Sudah berulang kali dewan juri di JAMDA selalu menjadi masalah, akibanya penilian menjadi dipertanyakan, kriteria yang digunkan pun menjadi berubah-ubah sesuai pemahaman si juri. hal demikian sangat merugikan bagi semua peserta, perjuangan mereka selama satu bulan latihan akhirnya dipertaruhkan didepan dewan juri pengganti yang kemampuannya dipertanyakan. Panitia mestinya belajar dari JAMDA yang telah berlalu, masalah ini terus berulang disetiap perhelatan JAMDA HW dan tidak ada perbaikan serius dari penyelenggara.

5. Berbedanya informasi antar panitia. Sehingga antara pelaksanaan berbeda dengan isi Juknis. Mohon kiranya aktivitas demikian tidak lagi menjadi kebiasaan panita JAMDA berikutnya.

6. Tidak jelanya jadwal MUSDA Kwarda HW. Sebelumnya sudah dibahas dan tertera dijadwal agenda kemudian lenyap begitu saja tanpa ada informasin ke pendamping atau qabilah.

Berikut hasil rekap penilain seluruh Perlomban dan Pertandingan JAMBORE DAERAH TRENGGALEK. UNDUH


(PIMRED ALIYAHMU MEDIA)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.