-->
Sebel Daring (2): Tugas Daring Datang pas Asik-asiknya Menjemur Kapulogo Sak-andahane
Sebel Daring (2): Tugas Daring Datang pas Asik-asiknya Menjemur Kapulogo Sak-andahane

Sebel Daring (2): Tugas Daring Datang pas Asik-asiknya Menjemur Kapulogo Sak-andahane

Setelah mimin posting tulisan kreatif anak MAM Watulimo tentang "Sebel Daring tahap satu" waduh banyak yang komen. Kali ini mimin mau posting lagi yang tahap 2 juga kiriman anak-anak, ternyata nggak kalah menarik. Kiriman yang kedua ini dari kelas 11 dan 10, rata-rata sebel daring mereka karena banyak tugas dan paketan ngadat, hemm. Yuk kita simak aja

DIAS SAPUTRI (Diganggu adek belum lagi di suruh ibu)
Hal yang paling menyebalkan saat belajar darling itu waktu mengerjakan tugas di ganggu adek belum lagi di suruh ibu tolong ini tolong itu.

ALLISYA ZAHWA ETIKA SUCI (Setelah dijalankan justru membuat para siswa kembali jenuh)
Daring itu setelah dijalankan justru membuat para siswa kembali jenuh dengan rutinitas yang harus dilakukan setiap hari. Bahkan sebagian besar mengeluh mengenai tugas yang datang bertimbun dalam jangka waktu 1 hari dan membosankan serta menyebalkan. Beberapa diantaranya malah memilih untuk tidak mengerjakkan tugas yang diberikan atau tetap mengerjakkan dan mengumpulkan walaupun terlambat dari batas yang diberikan.

ANGELITA SEVANIA TANTRI (Beli paketan saja harus diusahakan membantu kedua orang tua)
Saat daring seperti ini sungguh menyebabkan saat dalam pandemi Corona satu hari ada beberapa tugas yang harus dikerjakan ..untuk membeli paketan saja harus diusahakan membantu kedua orang tua.

CHOFI'ATUL JANNAH (Tugas daring datang pas asik-asiknya menjemur hasil bumi “kapulogo sak-andahane”)
Hal yang membuat saya jengkel adalah ketika guru memberi tugas pada siang hari padahal jamnya sudah habis lalu saya membukanya sehabis tidur siang dan harus dikumpulkan hari itu juga. Selain itu yang lebih menjengkelkan adalah guru memberi tugas setelah saya membantu orang tua (menjemur kapulogo dan sakandahane). Dan Seketika batin saya berucap "Sudah lelah harus mikir, kapan istirahatnya? Belum lagi tugasnya banyak." Ada lagi pas mengisi absen dengan menulis di list absen grup WA kelas dan setiap akan mengetikkan nama selalu saja kena serobot teman.

SEPTIANA WULANDARI (Kuota sakaratul maut)
Menurut saya hal yang paling menjengkelkan saat daring ialah saat dikasih tugas buat meringkas, buat vidio,signal lemot kek kura-kura, kuota sakaratul maut, apalagi lagi asik daring disuruh sama orangtua.

REGAL RAHMANDA PUTRI (Saat daring tergoda beralih bermain media social)
Banyak sekali hambatan yang diterima peserta didik saat menjalani proses pembelajaran sistem daring tersebut, mulai dari hambatan yang sepele sampai hingga yang begitu memberatkan. Seperti hal nya saat kita tengah belajar dirumah, saat belajar dirumah kita bukan hanya sebatas mengerjakan tugas yang diberikan dari guru tetapi juga dibarengi pekerjaan rumah lainnya. Seperti contohnya, saat tengah fokus mengerjakan tiba-tiba orang tua memanggil dan menyuruh membelikan sesuatu, atau saat tidak ada seorang pun dirumah lalu tiba-tiba turun hujan kita harus lari pontang-panting mengangkat jemuran agar jemuran tidak kehujanan. Hal seperti itu yang membuat kita semakin pusing dan tidak fokus saat melakukan proses pembelajaran daring, karena semua hal yang sudah sempat terpikirkan untuk mengerjakan tugas akan buyar entah kemana. Belum lagi ketika menanti diberikan tugas oleh guru atau saat ingin browsing jawaban soal yang sulit tiba-tiba mendapat notifikasi pesan bahwa kuota habis.

Tenggang waktu yang diberikan untuk mengumpulkan tugas yang singkat juga membuat siswa semakin kesulitan karena harus mengejar deadline yang diberikan, sedangkan tugas tidak hanya satu yang harus dikumpulkan. Karena dalam pembelajaran daring siswa harus menggunakan hp saat proses pembelajaran, godaan yang diberikan juga cukup banyak, bukannya mengerjakan tugas tapi malah beralih bermain di media sosial. 

Semoga pandemi ini cepat berlalu agar proses pembelajaran tatap muka seperti sebelum-sebelumnya dapat berjalan normal agar memudahkan para siswa.

PENTI YULIANTI (Saya dan adek saya setiap hari sama-sama ada tugas daring dan membutuhkan bantuanku)
Saat daring seperti ini begitu membosankan dan menyebalkan karena setiap hari ada tugas dan begitu pula dengan adek saya yang setiap hari juga ada tugas dan membutuhkan bantuan saya untuk membantu mengerjakannya. Belu juga tugas rumah seperti menyapu, mencuci piring, mencuci baju dll. Apalagi pas mau mengerjakan signalnya susah sekali dan sering trobel wifinya. Kalau pakai paketan harganya mahal.

DINDA SITI MASITOH (Mau cari Wi-Fi ke rumah saudara setiap hari, sungkan sama tetangga)
Aktifitas menjengkelkan dan menyebalkan saat hari daring ini , tugas yang diberikan biasanya berupa merangkum materi dimana merangkum ini tidak hanya 1 halaman melainkan 3 sampai 4 halaman dan ditambah mengerjakan suatu soal yang lumayan rumit. Apalagi kalau disuruh browsing paketan sudah habis ,mau cari Wi-Fi ke rumah saudara setiap hari, sungkan sama tetangga. Belum lagi kalau punya saudara yang masih kecil yang suka jahil bisa membuat mood tambah memburuk :)

MUHAMMAD FAHRUL NIZAM (Sisa kuota kamu tinggal 4 MB, silahkan mengisinya ulang kembali)
Pada saat daring seperti ini begitu menjengkelkan dalam 1 hari ada tugas kurang lebih 45 soal pilihan ganda dan 10 isian.belum lagi di saat dipakai browsing tiba tiba ada pemberitahuan sisa kuota kamu tinggal 4 mb, silahkan mengisinya ulang kembali.

ASYIFATUL DARAINI MUFIDA (Gara-gara guru memberi tugas secara bersamaan bikin handphone tambah lemot)
Disaat masa daring seperti ini sangat menyebalkan apalagi harus membagi waktu antara sekolah dengan tugas yang dirumah serta sulitnya akses internet karena masa pandemi ini semua anak belajar daring jadi harus berbagi dengan saudara juga.ditambah lagi banyak tugas yang numpuk gara-gara guru memberi tugas secara bersamaan bikin handphone tambah lemot pula.


ALIYAHMU MEDIA-EDITOR MIMIN

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Aliyahmu.com adalah web resmi Madrasah Aliyah Muhammadiyah watulimo yang disingkat MAM Watulimo. Merupakan media kreatif hasil karya pelajar, guru dan persyarikatan untuk Masyarakat.